Senin, 27 Oktober 2008

Seandainya Indonesia Diserang

A. Kemerdekaan dan Problematika Kebangsaan

Kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia adalah merupakan perjuangan seluruh rakyat Indonesia. Selama bertahun-tahun bangsa Indonesia dijajah, rakyat Indonesia sangat mendambakan kemerdekaan agar terlepas dari jeratan penderitaan akibat kebiadaban penjajah. Rakyat Indonesia berjuang tanpa lelah mengerahkan segala upaya untuk sebuah cita-cita bersama yaitu mewujudkan kemerdekaan di bumi persada Indonesia. Dengan demikian, kemerdekaan merupakan suatu proses perjuangan. Sebuah perjuangan yang berlandaskan akan semangat persatuan dan dijiwai oleh cita-cita luhur yang tertanam di hati sanubari rakyat Indonesia.

Kini, rakyat Indonesia bisa menikmati buah dari kemerdekaan yang telah diproklamirkan oleh para pejuang bangsa Indonesia 1945 silam. Dengan proklamasi itu, bangsa Indonesia yang selama berabad-abad dijajah telah berhasil melepaskan diri dari segala belenggu penjajahan. 63 tahun sudah Indonesia telah merdeka. Merdeka dalam arti terlepas dari penjajahan fisik yang telah lama mencabik-cabik bumi pertiwi ini.

Lalu pertanyaan kemudian adalah apakah setelah bangsa Indonesia berhasil meraih kemerdekaan, pertanda berakhirkah perjuangan kita sebagai rakyat Indonesia? Tentu tidak, perjuangan kita belumlah berakhir. Perjuangan kita justru lebih berat lagi dibandingkan dengan perjuangan yang dilakukan para pejuang bangsa dalam rangka merebut kemerdekaan. Setelah bangsa Indonesia tercinta ini mencapai kemerdekaannya, kita beralih kepada perjuangan untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Dengan demikian, kehidupan kita akan lebih berarti jika kita berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan tersebut.

Cara untuk mengisi kemerdekaan adalah dengan usaha pembangunan disegala bidang kehidupan, turut serta secara aktif dalam pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari sini jelas bahwa perjuangan untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan tidak hanya dibebankan untuk kalangan militer saja, tetapi seluruh rakyat Indonesia mempunyai tanggung jawab yang sama untuk mempertahankan kemerdekaan ini dari segala bentuk serangan dan penjajahan.

Meskipun sudah 63 tahun kita merdeka, tetapi bangsa ini masih dihadapkan pada berbagai problem kebangsaan baik yang datang dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal). Jika tidak disikapi dengan bijak oleh setiap komponen bangsa, maka problem-problem ini akan semakin mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Adapun problem yang datang dari dalam dapat dikelompokan menjadi tiga yaitu :

1. Mereduksinya semangat persatuan dan kesatuan

Kesadaran akan persatuan dan kesatuan semakin memudar di tengah rakyat Indonesia. Banyaknya perbedaan yang ada semakin memperuncing gesekan perpecahan yang berimbas kepada saling memusuhi antar kelompok satu dengan lainnya. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika nampaknya hanya menjadi slogan tak bertuan yang menjadi angin lalu bagi sebagian rakyat Indonesia. Jika kondisi ini tidak bisa diperbaiki dalam bingkai memperteguh kembali semangat persatuan dan kesatuan tanpa memandang perbedaan-perbedaan yang ada, maka musuh-musuh bangsa Indonesia akan semakin mudah meyusup dan mencabik-cabik NKRI ini.

2. Munculnya berbagai gerakan separatis

Dari awal kemerdekaan diproklamirkan, bangsa Indonesia ini sudah dihadapkan pada problem adanya gerakan-gerakan separatis yang mengancam keutuhan NKRI. Lihat saja misalnya pemberontakan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI), Republik Maluku Selatan (RMS), dan lain sebagainya. Saat ini, kita dapat melihat banyaknya gerakan separatis diantaranya Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Papua Merdeka, dan lain-lain. Gerakan semacam ini tentunya menjadi cikal bakal keruntuhan NKRI dari dalam. Munculnya gerakan-gerakan separatis ini umumnya didasari atas ketidakpuasan atas kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat terkait dengan pendapatan daerah, otonomi daerah, dan lain sebagainya.

3. Problem sosial dan bencana alam

Indonesia yang tergolong negeri subur dan kaya akan sumber daya alam harus rela mengelus dada melihat kondisi rakyatnya yang masih dijerat oleh problem kemiskinan. Ironis memang, hidup miskin di tengah negeri yang kaya. Problem kemiskinan ini akan berdampak kepada munculnya problem-problem lainnya seperti kriminalitas (pencurian, perampokan, pembunuhan, dan lain-lain) yang jika dibiarkan berlarut-larut akan menyebabkan ketidakstabilan sistem perekonomian, politik, hukum dan pertahanan di negeri ini sehingga lambat laun akan mengancam keutuhan NKRI tercinta ini. Rakyat akan semakin resah dan selalu dibayangi ketakutan oleh semakin merebaknya tindak kriminalitas yang penyebab utama adalah suburnya benih kemiskinan di negeri ini.

Di samping itu, akhir-akhir ini bangsa Indonesia sering dilanda oleh bencana alam. Banjir, tanah longsor, tsunami, kasus lumpur lapindo, gunung berapi, dan lain-lain. Problem ini dapat menyedot perhatian dari segenap komponen bangsa baik dari kalangan pemerintah sampai rakyat biasa. Karena jika dibiarkan dapat pula menjadi benih ketidakstabilan bangsa ini.

Untuk problem yang bersumber dari luar (eksternal) dapat dikelompokan menjadi tiga pula, yaitu :

1. Intervensi Asing

Intervensi asing semakin terlihat jelas di negeri ini. Bila dicermati, kebijakan-kebijakan pemerintah syarat dengan kepentingan negara-negara asing. Lihat saja misalnya dijadikannya sebagian daerah Indonesia sebagai basis latihan perang negara lain, seperti Amerika, Singapura, dan lain-lain. Jika ini dibiarkan pula, maka kita tinggal menunggu detik-detik kehancuran NKRI.

2. Rongrongan negara-negara tetangga

Sepertinya Indonesia harus bersikap tegas dalam menyikapi rongrongan dari negara-negara tetangga. Jika tidak, wilayah-wilayah Indonesia akan terus dicaplok oleh negara-negara tetangga. Sebut saja kasus ambalat yang beberapa tahun lalu sangat mencuat. Ketidaktegasan pemerintah pun bisa saja akan mendorong negara-negara tetangga untuk meyerang bangsa ini.

3. Kasus terorisme

Untuk kasus ini penulis tidak mengelompokannya ke dalam problem internal karena kasus terorisme ini masuk dalam ranah permasalahan internasional yang bangsa ini juga mengalami dampaknya. Pengeboman-pengeboman yang dilakukan oleh sekelompok teroris dapat mengancam keutuhan NKRI.

Dari paparan-paparan di atas, jelas bahwa negeri kita ini belum aman dari bahaya perpecahan yang dapat mengancam keutuhan NKRI. Kalau kondiai ini dibiarkan, maka bukan menjadi sesuatu yang mustahil bahwa negeri ini akan bisa diserang dan dijajah kembali baik oleh negara-negara tetangga maupun oleh negara-negara di belahan bumi lainnya. Sebagai bagian dari bangsa ini, kita mempunyai PR bersama dalam rangka ikut berperan aktif menjaga keutuhan NKRI baik dari permasalahan bangsa maupun dari serangan bangsa lain.

B. Meneguhkan Basis Kekuatan Bersama

Seperti penjelasan di atas, Indonesia bisa saja diserang oleh negara-negara lain jika kekuatan kita melemah, persatuan dan kesatuan kita mudah goyah, dan problem-problem kebangsaan masih saja menjerat. Hal ini menjadi virus mematikan yang harus segera ditemukan anti virusnya. Jika kita memang dihadapkan pada situasi negara ini diserang oleh negara tetangga semisal Malaysia, maka kita harus bersatu padu untuk melawan sampai titik darah penghabisan agar negeri kita ini tetap merdeka. Kita harus menanggalkan baju-baju perbedaan baik perbedaan suku, bahasa, warna kulit, keturunan, maupun perbedaan dalam hal agama. Kita harus sadar bahwa semangat membela negara dari serangan musuh adalah merupakan kewajiban semua rakyat Indonesia. Kewajiban tersebut tidak hanya dibebankan kepada aparat militer saja. Hal ini sebagaimana dituangkan dalam UUD 1945.

Untuk aparat militer harus bersinergis antara Angkata Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara dalam mengusir penjajah yang telah menyerang bangsa Indonesia tercinta ini. Maksimalkan kakuatan yang ada untuk melindungi bumi pertiwi ini. Ciptakan strategi-strategi yang handal semisal penyamaran agar bisa menyusup ke benteng pertahanan lawan, penghancuran basis-basis kekutan musuh agar musuh mudah untuk dikalahkan.

Untuk aparat sipil (rakyat biasa), harus ikut berperan aktif dalam perjuangan mempertahankan bangsa ini dari serangan musuh. Kalau kita lihat dari segi historis misalnya, bagaimana rakyat biasa hanya berbekal bambu runcing bisa mengusir penjajah Belanda. Hal ini pun bisa menjadi modal semangat kita bersama bahwa ketika kita bersatu musuh akan mudah dikalahkan. Maka wajar kalau ada sebuah ungkapan : “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”

C. Tindakan Preventif Dalam Mencegah Serangan Musuh

Kemungkinan datangnya serangan dari musuh sebagai upaya mencabik-cabik dan menguasai NKRI ini bisa kita cegah sedini mungkin. Ungkapan : lebih baik mencegah dari pada mengobati bisa kita jadikan pedoman dalam menjaga keutuhan NKRI. Selagi bangsa ini belum menghadapi serangan dari musuh, saatnya kita berbenah diri untuk terus memperbaiki kondisi internal bangsa. Menurut penulis, usaha-usaha yang bisa kita lakukan sebagai bentuk tindakan preventif adalah :

1. Untuk aparat militer, lakukan inovasi-inovasi dalam persenjataan militer dan tingkatkan latihan perang dalam berbagai medan pertempuran, serta terus digalang kesinergisan antara Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Tingkatkan pengawasan dan penjagaan terhadap pulau-pulau yang jauh dari wilayah daratan Indonesia dan pulau-pulau yang berada diperbatasan antar negara, agar negara-negara tetangga tidak sewenang-wenang mengeksploitasi sumber daya alam dan mencaplok pulau-pulau yang berada diperbatasan antar negara.
2. Untuk aparat pemerintahan, kaji ulang setiap kebijakan yang telah dikeluarkan apakah ada kebijakan yang merugikan rakyat dan bangsa Indonesia atau tidak. Kalau memang ada suatu kebijakan yang dipandang perlu untuk dikaji ulang, maka segeralah lakukan pengkajian ulang.
3. Untuk para wakil rakyat yang di duduk di parlemen, buatlah Undang-Undang yang jelas dan tegas untuk melindungi keutuhan wilayah NKRI. Batalkan RUU yang syarat dengan kepentingan asing. Kaji ulang setiap Undang-Undang yang ada dengan bersandarkan kepada UUD 1945.
4. Untuk Dosen, Pendidik, dan Mahasiswa, tanamkan kepada para siswa dan masyarakat semangat persatuan dan kesatuan serta kepedulian akan nasib bangsa dalam upaya mencegah perpecahan.
5. Untuk masyarakat secara umum, eleminir sikap fanatik yang berlebihan yang dapat menyebabkan kesenjangan antar kelompok masyarakat sehingga akan berujung pada terciptanya perpecahan dikalangan masyarakat. Lepas jauh-jauh baju perbedaan dan bangun kembali semangat kekeluargaan dalam setiap menghadapi permasalahan bangsa.



Hidup ini bukanlah suatu jalan yang datar dan ditaburi bunga melainkan adakalanya disirami airmata dan juga darah. (Hamka)

Mari pertahankan keutuhan NKRI sampai titik darah penghabisan. MERDEKA!!!

3 komentar:

  1. Boyy... takut juga kalo Indonesia diserang.
    Pindah aja yuk...
    ke Amerika.. atau ke Jepang gitu

    BalasHapus
  2. tulisane dowone....
    seng penting pokok'e MERDEKA!!!

    mati urip kudu Indonesia merdeka..

    BalasHapus
  3. jik usum to nggawe blogspot???

    hahahaha...

    kapan pindah wordpress??

    *dipentungi anangku*

    pokoke merdeka harus diterima dengan lapang dada... hohoho...

    BalasHapus