Senin, 06 Desember 2010

1st Muharram

Bila Allah cepat  memakbulkan  doamu, maka DIA menyayangimu,
Bila DIA lambat memakbulkan doamu, maka DIA  ingin mengujimu,
Bila  DIA tidak memakbulkan doamu, maka DIA merancang  sesuatu yang lebih  baik.

 
DUNIA INI kampung  duka dan sedih, tetapi jika diberikan kesukaan dan kegembiraan, itu adalah  satu keberuntungan, tetapi  jika kita sentiasa diuji dengan keduniaan dan kesedihan, itu tandanya Allah mencintai diri  kita.

 
Hanya dengan turun ke jurang derita, kita dapat  memungut semula permata hidup, di mana kau tersandung jatuh, di situlah terletaknya permata kesayanganmu, gua yang  kau takut memasukinya rupa-rupanya tempat wujudnya apa yang kau cari itu.


Malam ini malam pertama 1432 Hijriah, 1431 Hijriah setahun begitu cepatnya berlalu. Sedih, begitu banyak target keimanan tahun lalu yang belum tercapai. Begitu banyaknya air mata yang tumpah bukan karena Allah SWT. Begitu ndablegnya dengan masih saja terulang kesalahan yang sama, sengaja ataupun tidak. Ya Allah..., bagaimana ini.. , sedangkan semakin hari umur semakin berkurang. Apalagi yang bisa saya lakukan selain meminta ampun dan memohon kepada Allah SWT, agar lidah dan hati ini selalu terpelihara, agar kendablegan ini lenyap, agar kita selalu lebih baik dari hari ini, agar setiap detik sisa umur kita, bisa saya manfaatkan sebaik-baiknya... Amien...

Posted via email from luxsman

Kamis, 25 November 2010

Peringatan Hari Guru Nasional

Saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah peringatan HARI PGRI bagi guru-guru yang merayakannya.... Ternyata google juga merayakan Hari Guru Nasional, tapi terlalu cepat satu tahun perayaannya...

Aku pria simple, dan tidak macem macem. Hidup yang lurus lurus, Jujur dan setia. Baik dan bijaksana, Mapan dan bersahaja. Sehat dan jauh dari narkoba.
------------------------------------------------------------
Regard
Luqman Kumara a.k.a luxsman
http://luxsman.web.id/

Posted via email from luxsman

Jumat, 19 November 2010

Gayus dan Sumiati BERSAUDARA

"bibirnya digunting"

Jujur, saya mual ketika mendengar dan membaca kalimat tersebut. Saya bahkan tak berani meng-klik link berita tentang sumiati di internet yang memajang wajah sumiati tanpa di blur.

Entah kesalahan apa yang dilakukan sumiati, TKI asal Indonesia tersebut terhadap majikannya, sehingga pantas mendapatkan perlakuan sesadis itu. Maka kesimpulan saya hanya satu, majikan sumiati tak lebih dari seorang psikopat atau seorang penderita penyakit jiwa.

Konon kabarnya Sumiati adalah TKI ilegal sehingga lepas dari pengawasan pemerintah. Tapi terlepas apakah sumiati seorang TKI ilegal atau bukan, pemerintah telah melakukan kejahatan terhadap sumiati.

Kok bisa ? tentu bisa ! mari kita pikirkan, berapa banyak kasus TKI yang mengalami kekerasan oleh majikannya dan terungkap di publik ? banyaak sekali. Alasan pemerintah selalu saja sama, kalau bukan masalah TKI ilegal, pasti masalah lemahnya koordinasi atau lemahnya pengawasan, atau rendahnya kualitas tenaga kerja.

Tanpa disadari, setiap kali kasus penyiksaan TKI terungkap, alasan diatas kembali mencuat. Pertanyaan saya, "Harus berapa banyak sumiati sumiati lainnya atau nirmala bonat lainnya yang terungkap serta harus berapa puluh tahun lagi sehingga pemerintah mampu mengatasi setiap permasalahan tersebut diatas???"

TKI ilegal merajalela sebab pemerintah tidak pernah tegas menindak mafia TKI. Bukan rahasia umum, bahwa TKI bukannya dilindungi oleh pejabat tapi malah diekploitasi secara ekonomi, fisik, tenaga bahkan tak sedikit yang dieksploitasi secara seksual.

Bukan rahasia umum, bahwa sebelum berangkat dan setelah pulang, para TKI banyak yang diperas, bukan saja oleh calo atau oleh perusahaan penyalur tapi juga oleh kalangan pemerintah sendiri. Padahal kalau saja pemerintah punya niat, para mafia TKI tersebut bisa diberantas, "kalau saja pemerintah punya niat..." sebab pemerintah memiliki kekuasaan legal dan formal untuk menegakkan hukum dan pemerintah memiliki kekuatan militer untuk menindak tegas setiap pelanggaran.

Lain Sumiati, lain pula dengan Gayus. Sebenarnya kasus pelesir gayus ke Bali merupakan satu dari sekian banyak kasus yang mirip. Sudah menjadi rahasia umum bahwa koruptor bebas keluar masuk penjara, sebut saja Aulia Pohan dan Wiliardy Wizard bahkan kalau kita mau flash back ke belakang, kaburnya koruptor BLBI pun modusnya sama dengan kasus Gayus. Edy Tansil menyuap petugas untuk bisa keluar penjara namun tak kembali pada waktu yang telah disepakati, konon dia kabur ke Singapura dan hingga kini tak tentu rimbanya.

Lalu ada pula kasus Ayin serta Urip yang mendapatkan Fasilitas bak bintang 5 di penjara, padahal mereka adalah penjahat.

Seharusnya kasus gayus tak perlu muncul sebab pemerintah sebelumnya sudah mendapat pelajaran dari kasus ayin, urip, eddy tansil serta masih banyak kasus yang lainnya. Maka ketika kasus gayus muncul, saya ingin sekali mengajukan pertanyaan kepada SBY yaitu :

"Apakah pak SBY tidak tahu bagaimana kondisi penjara di Indonesia ? kalau sampai tidak tahu, rasanya keterlaluan sekali. dan jika tahu, kenapa pak SBY tidak bertindak apa-apa. Apakah pak SBY sudah merasa cukup bertindak karena sudah membentuk KPK (saja)? "

selanjutnya saya bisa menarik beberapa kesimpulan :
  1. Bahwa selama ini SBY dan presiden presiden sebelumnya juga anggota dewan sebenarnya tidak pernah berbuat apa-apa untuk membenahi penegakan hukum di negeri ini.
  2. SBY, presiden sebelumnya serta anggota dewan bodoh sehingga bisa dibodohi oleh bawahannya yang korup, mereka tidak cakap memimpin kita sehingga mau saja menelan laporan berbau ABS (asal bapak senang).
  3. SBY, presiden sebelumnya dan anggota dewan memang tidak pernah dilapori oleh kapolri ataupun menteri HAM tentang kondisi penegakan hukum di negeri ini.
  4. SBY, presiden sebelumnya dan anggota dewan mengalami cacat mata atau bisa jadi tuli sehingga tidak mampu mendeteksi kelakuan bejat bawahannya yang terjadi di hadapannya sendiri.
  5. Terakhir, SBY, presiden sebelumnya dan anggota dewan sama bejatnya dengan petugas penjara yang mau saja disuap sekian juta. Padahal presiden dan DPR/MPR memiliki kewenangan legal formal untuk menegakkan hukum serta melindungi dan membela hak hak rakyatnya.
DPR bisa menghasilkan UU serta kebijakan yang pro-rakyat. Mereka berhak mengajukan mosi tidak percaya serta melakukan pemanggilan terhadap Presiden apabila presiden terindikasi melakukan kesalahan. DPR bersama presiden juga bisa merumuskan undang-undang yang tegas bagi koruptor, misal UU yang mengatur hukuman mati bagi koruptor.

Adapun presiden, dia juga bisa memecat menteri menterinya yang tidak becus bekerja. Presiden juga (lewat menterinya) bisa menindak oknum bejat yang berkeliaran di intansi pemerintah, presiden membawahi intansi hukum seperti jaksa, hakim, KPK, dsb. Presiden memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara dan Kepolisian serta bisa menggunakan perangkat militer tersebut untuk menegakkan hukum secara adil dan tegas. Presiden pun bisa memberhentikan duta besar di negara negara tujuan TKI yang tidak becus melindungi para TKI.

Presiden bisa memecat staf staf ahlinya yang banyaknya mengandalkan sistem ABS (asal Bapak senang), presiden juga bisa mengajukan pemecatan bupati, walikota, serta gubernur.

Menghadapi kasus gayus, andai saja SBY mau tegas, dia bisa saja mengancam akan memecat Patrialis Akbar atau Timur Pradopo jika kasus gayus tidak diselesaikan secara cepat dan tepat hingga ke akarnya. Saya yakin, ancaman tersebut akan menggentarkan para pejabat sehingga mereka bekerja dengan sungguh sungguh (walaupun terpaksa karena takut kehilangan jabatan).

SBY juga bisa saja memecat secara tidak hormat menteri atau kepala dinas yang membidangi masalah TKI sehingga menghasilkan syok terapy bagi para pejabat lainnya yang tidak becus bekerja, atau andai SBY seperti yukio, menteri jepang yang mengundurkan diri padahal baru menjabat selama 8 bulan karena tidak mampu memenuhi janji kampanyenya untuk memindahkan pangkalan udara amerika di jepang. Saya yakin, Indonesia akan bebas dari belitan KKN.

Solusinya ?

Tampaknya masalah utama bangsa ini memang terletak pada masalah moral dan entahlah, saya sendiri bingung, apa yang bisa kita lakukan (sebagai rakyat biasa) untuk membenahi negeri ini...

Mungkin kita hanya bisa berharap, suatu hari, Allah SWT memberi karunia kepada bangsa ini seorang pemimpin yang tegas, tulus, penuh cinta dan pro rakyat.

Minggu, 14 November 2010

Dualisme Idul Adha

Sebagai muslim, yang kebetulan merayakan Idul Adha pada bulan ini, sedih rasanya melihat umat Islam di Indonesia menjadi terkotak-kotak. Masing-masing saling membanggakan atribut yang dikenakan, apakah itu Muhamadiyah, NU, HT atau lainnya. Sudah tidak terhitung lagi perselisihan mengenai penetapan hari lebaran, baik Idul Fitri maupun Idul Adha dalam beberapa tahun ini, juga sikap pemerintah (MUI, Menteri Agama) yang plin-plan, yang masih mudah untuk disetir oleh berbagai kepentingan, terutama kepentingan politik.

Satu hal yang sangat mengganjal saya adalah penetapan Idul Adha. Jika pada penetapan jatuhnya Idul Fitri, terjadi selisih paham antara satu golongan melihat bulan dengan satu golongan yang menghitung berdasarkan hisab, semestinya perselisihan seperti itu tidak akan terjadi untuk Idul Adha. Karena untuk Idul Adha, sangatlah sederhana. Idul Adha terjadi pada saat bulan Dzulhijjah, di saat umat Islam menunaikan ibadah haji. Jadi kita secara otomatis kita mengacu ke Mekkah. Jika di Mekkah, umat Islam sedang melakukan wukuf - maka hari itu adalah tanggal 9 Dzulhijjah 1431 H, dimana kita dianjurkan untuk melakukan puasa Arafah - dan untuk tahun ini bertepatan dengan tanggal 15 Nopember 2010 M. Dan keesokan harinya adalah tanggal 10 Dzulhijjah 1431 H- Idul Adha - yang bertepatan dengan tanggal 16 Nopember 2010 M.

Hal yang aneh adalah jika perbedaan waktu antara Arab Saudi dengan Indonesia adalah 4 jam, dimana waktu Indonesia lebih cepat daripada Arab Saudi, secara logika - Bagaimana mungkin Arab Saudi menetapkan tanggal 10 Dzulhijjah pada 16 Nopember 2010 dan Indonesia menetapkan Idul Adha pada keesokan harinya??!

Kalau menurut saya (yang pastinya sangat memiliki keterbatasan dalam hal ilmu agama) - semestinya pemerintah (MUI, Menteri Agama) - sebagai Ulil Amri dapat bersikap tegas dan bijaksana dalam menjembatani hal ini. Karena, nanti akan banyak umat Islam yang menjalankan puasa Arafah berbeda hari, padahal 10 Dzulhijjah jatuh pada 16 Nopember 2010. Sedangkan berpuasa pada dua hari raya (Idul Fitri & Idul Adha) serta hari tasyrik adalah haram hukumnya. Bahkan menurut salah satu riwayat, puasa pada hari yang diragukan (apakah sudah memasuki 1 syawal atau 10 dzulhijjah) adalah haram hukumnya. Sedangkan untuk sholat Idul Adha, hukumnya adalah sunnah - dapat dilaksanakan di tanggal 11 Dzulhijjah. Adapun dilakukan secara berjamaah adalah menjadi syiar bagi umat muslim untuk menunjukkan betapa kuatnya jalinan ukhuwah islamiyah.

Semestinya pemerintah, bisa bersikap tegas, lugas dan bijaksana dalam memberikan penjelasan kepada umat Islam akan hal ini.

Posted via email from luxsman

Selasa, 09 November 2010

Selamat Ulang Tahun Komunitas Blogger Surabaya TuguPahlawan.com

Telah tiga tahun komunitas ini meretas jalan di dunia maya
Menggandeng tangan dan menjalin persahabatan 
Melalui berbagi cerita tentang indahnya masa 
Mengenang usia muda di awal dekade duaribuan

 

Kita bukan orang-orang yang terjebak di masa lalu 
Hanya sekumpulan orang yang tidak ingin melupakan 
Kepingan indah dari deretan mozaik waktu 
Ketika hasrat, mimpi dan kreasi melambung ke awan

 

Tidak ada yang lebih indah memang daripada masa remaja 
Saat kedewasaan mulai menumbuhkan kuncup harapan 
Mengingat dan menggali kembali kobaran semangat muda 
Nyata mampu memompa ulang gairah berkehidupan

 

Selamat Ulang Tahun Ke-Tiga
Komunitas Blogger Surabaya TuguPahlawan.com
10 Nopember 2010

 

salam hangat dari Luqman Kumara a.k.a luxsman

 

Posted via email from luxsman

Sabtu, 06 November 2010

Balada Penumpang Keleleran LionAir

Tanggal 4 nopember 2010 Penumpang singa terbang jurusan jakarta-surabaya JT-580 marah karena ketidak pastian kapan akan terbang. Malahan penumpang disuap dengan sebungkus nasi raskin dan segelas air mineral. Akhirnya setelah terkatung katung selama 120 menit ++ masuk pesawat pukul 21:30


Use your precious moments to blog life fully every single second of every single day.

http://luxsman.blogspot.com/
http://luxsman.web.id/

-----
Powered K610i and TELKOMSEL

Posted via email from luxsman

Sabtu, 30 Oktober 2010

PSPS Pekanbaru 0 vs 1 Sriwijaya FC

Live report LIGA INDONESIA 2010 - 2011 antara PSPS Pekanbaru vs Sriwijaya FC dari Stadion Rumbai - Riau dengan hasil akhir 0 vs 1 gol dicetak Kayambagam (sriwijaya fc).


Use your precious moments to blog life fully every single second of every single day.

http://luxsman.blogspot.com/
http://luxsman.web.id/

-----
Powered K610i and TELKOMSEL

Posted via email from luxsman

Selasa, 19 Oktober 2010

Reuni Akbar 50 Tahun Elektro ITS

Reuni Paling Akbar 50 Tahun Elektro
Dihadiri oleh 50 Angkatan Teknik Elektro
Hanya untuk Elektro-Ku yang ke 50

HomeComing 
50 Tahun Elektro

Kampus ITS Sukolilo Surabaya
6 Nopember 2010, 08.00 WIB

Ayo ajak konco-konco

Blog is not a thing, it is a way. Use your precious moments to blog life fully every single second of every single day. In the name of BLOG in heaven. Amin....
------------------------------------------------------------
Regard
Luqman Kumara
+6281231131000
visit : http://luxsman.blogspot.com and http://luxsman.web.id/

Posted via email from luxsman

Sabtu, 16 Oktober 2010

PSPS Pekanbaru 1 VS 0 DELTRAS Sidoarjo

Live report LIGA INDONESIA 2010 - 2011 antara PSPS vs DELTRAS dari Stadion Rumbai - Riau dengan hasil akhir 1 vs 0 gol diciptakan oleh kapten psps no punggung 9 lewat tendangan 12 pas.
Kartu kuning (Deltras) Marcio Sousa
Use your precious moments to blog life fully every single second of every single day.

http://luxsman.blogspot.com/
http://luxsman.web.id/

-----
Powered K610i and TELKOMSEL

Posted via email from luxsman

Jumat, 15 Oktober 2010

Daun GANJA Teh Pokil

Alhamdulillah, setelah terombang-ambing di jalanan, kiriman teh pokil dari pakdhe blonktankpoer telah sampai. Bisnis jadi distributor teh pokil di riau siap dilaksanakan....

Use your precious moments to blog life fully every single second of every single day.

http://luxsman.blogspot.com/
http://luxsman.web.id/

-----
Powered K610i and TELKOMSEL

Posted via email from luxsman

Rabu, 13 Oktober 2010

Bukan Daun GANJA Cukup Daun Teh Pocil

Alhamdulillah, setelah terombang-ambing di jalanan, kiriman teh pocil dari pakdhe blonktankpoer telah sampai. Bisnis jadi distributor teh pocil di riau siap dilaksanakan....

Use your precious moments to blog life fully every single second of every single day.

http://luxsman.blogspot.com/
http://luxsman.web.id/

-----
Powered K610i and TELKOMSEL

Posted via email from luxsman

Minggu, 03 Oktober 2010

Diantara Dua Paha

Anggota Dewan Jambi Ingin Calon Siswi Baru Tes Keperawanan

TEMPO InteraktifJambi - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jambi melempar wacana agar penerimaan siswa baru mulai dari tingkat SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, bagi siswa perempuan harus melalui tes keperawanan. Tes tersebut dilakukan dengan tujuan menangkal banyaknya hubungan seks bebas di kalangan pelajar."Wacana ini diharapkan bisa menangkal hubungan seks bebas di kalangan pelajar. Dengan adanya atuiran ini diharapkan menciptakan budaya malu bagi kalangan pelajar, sehingga takut melakukan hal perbuatan yang dilarang oleh agama tersebut," kata Bambang Susatyo, anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jambi, kepada wartawan Rabu (22/9).Menurut Bambang, ini baru wacna, dan akan dirapatkan kembali sebelum dibuat dalam bentuk peraturan daerah.Bambang mengatakan bila diketahui siswi sewaktu di tes terbukti tidak perawan, bukan berarti tidak bisa diterima di sekolah tempat dia mendaftar, karena bisa saja hilangnya keperawanan akibat kecelakaan bukan melalui hubungan seks bebas. [lanjut]


Usul dewan di daerah jambi yang mau mewajibkan pemeriksaan virgin calon siswi SMP/SMA menyedihkan,sebab:

  1. Itu hanya selaput, bisa rusak oleh olahraga/kecelakaan tak selalu karena senggama. Tidak ada cara yang bisa memastikan itu rusak karena ML atau bukan.
  2.  Di china banyak dijual hymen buatan, kalau toh sudah rusak, bisa ditambal lagi.
  3. Angka putus sekolah siswi akan meningkat, karena malas diperiksa dan bisa saja karena tak merasa ML mau aja diperiksa, ternyata rusak karena naik sepeda, contohnya.
  4. Cowok kenapa tak diperiksa? Bisa kok pake lie detector. Apakah kalau ceweknya perawan semua sebuah sekolah aman, kalao cowoknya berandalan?
  5. Apakah di daerah gak ada yang lebih urgent? Rakyat miskin dan bodoh prioritaskan lah...
  6. Harusnya dewan di daerah punya tim ahli yang baik. Kalau ada ide, minimal diskusi dulu ke ahlinya, baru direlease ke publik, biar dak kelihatan lucu. Moralitas seorang wanita jangan dinilai dari selembat selaput yang bisa dijahit/ditambal lagi.

Posted via email from luxsman

Sabtu, 02 Oktober 2010

Selamat Ulang Tahun E-45

Telah 5 tahun angkatan ini meretas jalan di dunia
Menggandeng tangan dan menjalin persahabatan
Melalui berbagi cerita tentang indahnya masa
Mengenang usia muda di awal dekade duaribuan

Kita bukan orang-orang yang terjebak di masa lalu
Hanya sekumpulan orang yang tidak ingin melupakan
Kepingan indah dari deretan mozaik waktu
Ketika hasrat, mimpi dan kreasi melambung ke awan

Tidak ada yang lebih indah memang daripada masa remaja
Saat kedewasaan mulai menumbuhkan kuncup harapan
Mengingat dan menggali kembali kobaran semangat muda
Nyata mampu memompa ulang gairah berkehidupan

Selamat Ulang Tahun Ke-Lima

E-45

2 Oktober 2010

 

Nb: Acara peringatan 5 tahun E-45 silahkan bertanya langsung kepada KOMTING, tempat dan detail acara silahkan dirembugkan di milist agar lebih ramai

Posted via email from luxsman

Sabtu, 25 September 2010

Selasa, 14 September 2010

Uang Panas

"Hey... Hey... Siapa yang dapat uang ini, dia akan beruntung!!! Kenapa?? Karena uang ini adalah uang untuk orang yang cantik-cantik and ganteng-ganteng"

Use your precious moments to blog life fully every single second of every single day.

http://luxsman.blogspot.com/
http://luxsman.web.id/

-----
Powered K610i and TELKOMSEL

Posted via email from luxsman

Minggu, 12 September 2010

Siti Maria Ozawa

Maria Ozawa telah mengubah namanya menjadi Siti Maria Ozawa dan bertobat......


Blog is not a thing, it is a way. Use your precious moments to blog life fully every single second of every single day. In the name of BLOG in heaven. Amin....
------------------------------------------------------------
Regard
Luqman Kumara a.k.a luxsman
+6281231131000
visit : http://luxsman.blogspot.com and http://luxsman.web.id/

Posted via email from luxsman

Sabtu, 11 September 2010

Kalibrasi Umur

Sesungguhnya hitungan nafas telah ditetapkan, hitungan detik telah diperhitungkan. Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi modal tapi tidak digunakannya, Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi nafas tapi disia siakannya, Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi waktu tapi disia siakannya

Hari ini 11 September 2010 waktu Indonesia, saya genap berusia 24 tahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak ada perayaan khusus karena sayapun terkadang mengganggap biasa saja. Namun pada ultah ke 24 ini saya merasa ada satu perasaan yang berbeda. Tidak tahu sebabnya apa, yang jelas saya merasa usia 24 tahun adalah usia yang benar-benar ’serius’, Usia dimana saya merasa tidak bisa ‘main-main' lagi.

Sadarilah, usia amanah dari Ilahi Sadarilah, ia pasti kan dimintai Pertanggung jawabannya pada Ilahi Sadarilah, jalani hidup ini penuh makna Sadarilah, pastikan ia berarti diakhirat yang abadi

Ada yang bilang, life begins at 24. Rumors ini tentu saja makin mempengaruhi kejiwaan seseorang yang memasuki usia 24 tahun. Alih-alih merayakan euforia hari ulang tahun, saya malah larut dalam renungan tak bertepi. Kilas balik tentang kehidupan saya selama 24 tahun ini. Apa yang sudah saya lakukan? Apa yang sudah saya capai? Sudahkan saya menjadi dewasa dalam arti yang sesunguhnya? Kira-kira saya hidup berapa tahun lagi ya berdasarkan rata-rata usia hidup orang Indonesia? Kapan bisa kaya raya dan pensiun muda ya? Bagaimana kehidupan rohani saya? Sudahkah jadi anak yang baik? dan seterusnya. Berbagai macam pertanyaan seolah muncul silih berganti di kepala. Jawabannya masih ada di awang-awang.

Hmm..... baiklah, berikut ini adalah daftar yang harus saya lakukan di usia yang sudah semakin menanjak (semoga terkabulkan satu demi satu) :

  1. 1.  Membuka lowongan pekerjaan atau kalau belum bisa yaaa jadi kuli orang asing dulu (AMIEN.....).
  2. 2.  Membangun rumah. Yap.... sudah saatnya saya memulai untuk membangun rumah (AMIEN.....).
  3. 3.  Mencari “tulang rusuk” yang hilang. Saya jadi teringat kisah Nabi Adam AS dan Siti Hawa, setelah turun ke dunia mereka terpisah oleh benua yang berbeda, namun dengan izin Alloh SWT, mereka dapat bertemu kembali. Itu zaman dulu, dimana belum ada peta, navigasi, komunikasi atau bahkan GPS. Tetapi hanya dengan izin Alloh SWT mereka dapat bertemu. Ya Alloh, pertemukanlah aku dengan jodoh yang telah engkau tetapkan (Amien.....).
  4. 4.  Menabung (Amien.....).
  5. 5.  Terus belajar (Amien.....).
  6. 6.  Lebih mendekatkan diri kepada Alloh SWT (Amien.....).
  7. 7.  Bisa mengatur waktu (Amien.....).

Selamat ulang tahun untuk diri saya dan juga buat orang-orang yang berulang tahun di hari yang sama!!!

Tidak lupa juga saya mengucapkan

Minal 'Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir Batin. Selamat Idul Fitri 1431 H. Taqobbalallahu minna waminkum, washiyamana washiyamakum, taqobbal ya kariim.

tulisan berbeda dapat dibaca di http://luxsman.web.id/

Posted via email from luxsman

Rabu, 08 September 2010

Kartu Lebaran

Kartu lebaran sekarang sudah banyak dilupakan orang. Murahnya biaya sms lebaran mungkin menjadi sebab berpalingnya banyak masyarakat. Jika dengan 3000 rupiah hanya bisa mengirimkan 1 kartu lebaran, tapi 3000 rupiah dapat mengirim 20 sms lebaran. Saya cuma mengingatkan, kasian pegawai kantor pos tidak ada pekerjaan lagi.

Terima kasih buat Dony Alfan (dolankesolo.info) atas kiriman kartu lebaranya.

Use your precious moments to blog life fully every single second of every single day.

http://luxsman.blogspot.com/
http://luxsman.web.id/

-----
Powered K610i and TELKOMSEL

Posted via email from luxsman

Senin, 06 September 2010

Fun Bike Semarak Ulang Tahun Emas ITS Surabaya

Fun-Bike Semarak 50 tahun ITS Surabaya, dengan hadiah utama 1 Unit Mobil XENIA. Tiket cuma 40.000 dan cash-bak sebesar 75.000 Buruan daftar jangan sampai terlambat..... Kapan lagi bisa dapat mobil XENIA..... 


Blog is not a thing, it is a way. Use your precious moments to blog life fully every single second of every single day. In the name of BLOG in heaven. Amin....
------------------------------------------------------------
Regard
Luqman Kumara a.k.a luxsman
+6281231131000
visit : http://luxsman.blogspot.com and http://luxsman.web.id/

Posted via email from luxsman

Rabu, 01 September 2010

Reuni Akbar 50 Tahun Elektro ITS

Reuni Akbar 50 Tahun Elektro ITS
"Bersatu Bersinergi Demi Baktiku untuk Bangsaku"

akan diadakan pada hari Sabtu tanggal 6 November 2010
di Kampus Elektro ITS Keputih Sukolilo

-----------------------------------------------------------
Luqman Kumara a.k.a luxsman
+6281231131000
http://luxsman.blogspot.com ; http://luxsman.web.id/

Posted via email from luxsman

Selasa, 24 Agustus 2010

Minuman Soda ILLEGAL

Minuman berkarbonasi produk malaysia yang beredar di indonesia secara illegal lewat jalur pelayaran laut. Di kemasan ada sertifikasi halal malaysia tapi tidak ada izin DEPKES-RI. Meskipun minuman ini illegal, tetap saya minum karena GRATIS

Use your precious moments to blog life fully every single second of every single day.

http://luxsman.blogspot.com/
http://luxsman.web.id/

-----
Powered K610i and TELKOMSEL

Posted via email from luxsman

Selasa, 17 Agustus 2010

Makna 17 Agustus 2010

Saya kok sudah tidak mengerti lagi makna dari 17 Agustus, terkecuali cuma mengerti bahwa hari ini adalah tanggal dimana Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia mengatas namakan Rakyat Indonesia. Selebihnya ya seperti hari-hari biasa, satu yang pasti adalah “YESS Hari Libur Lagi”

Makna tanggal 17 Agustus buat setiap orang pasti berbeda-beda.

Nah, itulah yang akan saya bahas sekarang :
  1. Untuk anak yang belum sekolah. Anak-anak yang belum mengalami masa sekolah berpikir 17 Agustus adalah perlombaan. Dimana mereka bisa mendapatkan hadiah buku tulis, pensil berwarna biru becampur hitam, penghapus,rautan yang berwarna-warni, dan mungkin ada cash money dari panitia. Masa-masa seperti mereka hanya ada kegembiraan menyambut 17 Agustus. Apalagi ketika menjadi juara 1, rasanya seperti memenangkan Piala Dunia saja.
  2. Anak SD. Upacara bendera yang bosen dan sucks, berdiri selama sekitar 1 jam, dan berpura-pura khidmat di antara barisan sambil sesekali ngobrol. Tidak lupa jeweran pak guru ketika ketahuan ngobrol. Setelah itu, baru mereka memikirkan perlombaan!
  3. Anak SMP. Lagi-lagi Upacara bendera. Kali ini lebih banyak yang mengikuti dibandingkan saat SD dulu. Tidak jarang banyak yang jatuh pingsan karena terlalu lama berdiri dan dibopong anggota PMR atau PRAMUKA yang justru lebih nyaman untuk jalan-jalan di sekitar area upacara. Dan yang membuat ngiri lagi, saat anggota PMR itu dengan tenangnya ngobrol! Itulah sebabnya aku ga pernah suka dengan kegiatan PMR, (cuma PMR).
  4. Anak SMA. Upacara bendera terus. Tapi setelah upacara bendera ada yang dinanti anak muda jaman SMA, ada acara pentas seni. Jadi setelah upacara bendera langsung main band.
  5. Anak Kuliah. Liburan! Dan itu berarti ada waktu yang sangat panjang untuk menikmati hari-hari bersama pacar. Atau, menjadi panitia 17 agustus yang sibuk mengurusi hadiah, lomba, dan cerewetnya ibu-ibu yang ingin anaknya menang.
  6. Pekerja Negeri. Upacara lagi. Tapi walaupun upacara hampir dua jam (plus gladi resik), tapi ada yang disukai sehabis upacara. Potong tumpeng dan makan-makan satu kantor. Jadi hitungannya dapat makan pagi plus makan siang dibungkus.
  7. Pekerja Swasta. Liburan! Santai di rumah, menonton tv dan tidur!

Bagaimana denganku?

Saat terakhir saya merasakan getaran kebanggaan itu ketika melihat Piala Asia dua tahun kemarin, saya masih bisa merasakan sedikit kebanggaan saya sebagai orang Indonesia. Selebihnya kembali seperti semula.

Tanggal 17 Agustus bagiku memang tidak jauh berbeda dengan hari-hari libur lain. Tidak Nasionalis? mungkin saja. Tapi apa yang bisa kita lakukan? Ikut Upacara? Oh, terima kasih.

Jadi mungkin aku akan menaklukkan dunia maya dengan browsing teruz sambil chating yang tidak ada habisnya dan bila sudah bosan berlanjut dengan tidur.

Bagaimana denganmu?

Sabtu, 14 Agustus 2010

Redenominasi Upin dan Ipin



REDENOMINASI Rupiah sebenarnya sudah disindir dalam tayangan Upin dan Ipin dalam episode Upin & Ipin - Berpuasa Bersama Kawan Baru. Disaat Susanti baru tiba di malaysia dan ingin membeli ayam goreng Mail dua potong satu ringgit dan membayar dengan selembar 10000 rupiah. Mail pun bingung melihat uang 10000 yang banyak sekali jumlah NOL-nya, padahal dia sendiri jual 2 potong ayam seharga satu ringgit dan harus mengembalikan 9999.

Jika REDENOMINASI rupiah baru dipublikasikan 31 Juli 2010 maka lewat Upin dan Ipin KITA sudah disindir dengan banyaknya angka NOL. Dengan REDENOMINASI lebih bergengsi, misal : 1 dolar sekarang 9000 rupiah, tapi bila redenominasi 1 dolar menjadi 9 rupiah; lebih efisien dalam memakai kalkulator, hemat kertas struk dan hemat tinta, hemat memori komputer; REDENOMINASI membuktikan ekonomi Indonesia stabil, karena hanya bisa dilakukan pada saat inflasi rendah; uang kertas 100.000 rupiah adalah mata uang kedua terbesar digitnya di dunia, setelah 500.000 Dong Vietnam

Selasa, 13 Juli 2010

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1431 Hijriyah

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Kepada semua para pembaca dan pengunjung blog http://luxsman.blogspot.com yang menganut agama Islam. Bulan Ramadhan 1431 Hijriyah tepat 1 bulan lagi, sudahkah anda semua bersiap suka cita menyambutnya?? semoga sudah, Alhamdulillah...

Ini ada sedikit info yg mungkin berguna buat kita yang menjalankan dan akan melengkapi persiapan kita dalam menyambut bulan Ramadhan 1431 Hijriyah :

  1. Jadwal Puasa untuk daerah Jakarta dan sekitarnya :
    http://salat.chillnite.com/salat/I/Indonesia/J/1642911_Jakarta.html
  2. Jadwal Puasa untuk daerah SURABAYA dan sekitarnya :
    http://salat.chillnite.com/salat/I/Indonesia/S/1625822_Surabaya.html
  3. Jadwal Puasa untuk daerah Pekanbaru dan sekitarnya :
    http://salat.chillnite.com/salat/I/Indonesia/P/1631761_Pekanbaru.html
  4. bagi yg berada di LUAR KOTA, atau LUAR NEGERI, ini jadwalnya :
    http://salat.chillnite.com/salat/1/

Insya Allah Akurat waktunya.. Terima Kasih Perhatiannya.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.



Minggu, 27 Juni 2010

Sekolah Pungli

Mungkin para guru dan kepala sekolah, terutama di sekolah-sekolah negeri telah scara sadar atau tidak bahwa mereka sudah menanamkan budaya pungli sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan hidup. Satu cara yang dari segi moral sungguh tidak etis.

Sejak dini, generasi penerus bangsa itu sudah ditanamkan bahwa pungli itu sah untuk mensejahterakan kehidupan. Wujudnya dalam bentuk pemungutan biaya administrasi, sumbangan, uang pembangunan dan lain sebagainya yang pada masa sekarang ini sudah jelas-jelas semua pungutan tersebut sudah tidak dibenarkan.

Kita semua tentunya masih ingat bagaimana saat pertamakali kita masuk sekolah dasar dulu. Sejumlah biaya kita keluarkan untuk uang pendaftaran, uang seragam, uang gedung dan sebagainya.

Kemudian setelah masuk, kita dikenakan uang SPP, uang buku dan segala bentuk pungutan yang intinya sebagai peningkatan kesejahteraan para guru karena kebutuhan hidup dan gaji yang mereka dapatkan tidak sesuai katanya.

Semenjak dari bangku SD di benak kita sudah tertanam apa yang harus kita lakukan jika kebutuhan hidup dengan gaji tidak sesuai. Kita berhak menggunakan kewenangan lewat jabatan yang kita miliki untuk mengumpulkan uang sebagai penambah penghasilan.

Pendidikan agama dan perilaku moral yang diajarkan sudah bertentangan dari sejak dini. Para guru tidak mengingatkan kepada anak murid mereka bahwa apa yang telah mereka lakukan salah dan melanggar hukum.

Tapi mereka malah mencari pembenaran dengan menghadirkan logika seperti: sekolah masih membutuhkan dana untuk pengembangan pendidikan yang kurang dari pemerintah.

Logika yang tentu saja benar tapi salah dari segi moral dan hukum, apabila pelaksanaan pemungutan biaya tersebut dijadikan sebagai sebuah kewajiban dengan sejumlah ada konsekuensi yang mengikat bila tidak dijalankan oleh orangtua peserta didik. Seperti: tidak boleh ikut ujian, tidak dapat hasil nilai akhir, dan sebagainya.

Dengan demikian, anak didik mereka tidak diajarkan cara yang lebih kreatif untuk mendapatkan dana bagi pengembangan pendidikan sekolah mereka. Yang ada mereka diajarkan menyalahgunakan kewenangan atas jabatan pada institusi yang para pendidik miliki.

Walhasil, sampai detik ini sudah hal yang lumrah bagi kita semua kalau generasi muda sekarang sudah bisa melakukan PUNGLI demi hidup mewah dan nyaman. Sebuah perilaku penyimpangan sosial dan budaya yang sangat parah dari sebuah bangsa yang beradab.

Perlahan mungkin kita hanyalah sebuah bangsa biadab yang hidup senang dari penderitaan orang lain melalui PUNGLI, KORUPSI, dan kejahatan sosial dan moral lainnya.

Rabu, 16 Juni 2010

Listrik Gratis Hadiah Dirut PLN


Untuk Masyarakat Miskin PLN Usulkan Listrik Gratis
Sabtu, 12 Juni 2010 | 15:19 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara Persero (PLN) Dahlan Iskan mengusulkan agar listrik untuk masyarakat miskin digratiskan, sedangkan untuk yang lain disesuaikan tarifnya dengan harga pasar.

"Saya serius. Yang miskin gratis saja, sudah kami cetuskan di DPR kemarin. Pemerintah belum ada tanggapan, dikira saya guyon. Saya serius," katanya dalam acara diskusi TDL yang diselenggarakan Forkem dengan Kementerian Koordinator Perekonomian di Pulau Bidadari, Jakarta, Sabtu (12/6/2010).

Dia mengatakan, masyarakat miskin tersebut adalah mereka yang mempunyai listrik 450 kWh yang diperkirakan mencapai 20 juta pelanggan. "Atau kira-kira memiliki lima lampu bolam ditambah dengan TV, radio, VCD, rice cooker bergantian dengan seterika dan kipas angin," katanya.

Dahlan mengatakan, dengan skema rakyat miskin gratis sedangkan untuk masyarakat lainnya membayar sesuai tarif pasar, PLN akan untung.

Dia memperkirakan, untuk menggratiskan masyarakat miskin, pihaknya akan kehilangan pendapatan sekitar Rp 1,5 triliun, sedangkan pendapatan dari masyarakat lainnya yang membayar sesuai tarif akan meningkat Rp 20 triliun.

"Kalau sampai hati, maksudnya di luar masyarakat miskin membayar penuh sesuai pasar bisa Rp 40 triliun," katanya.

Dahlan menambahkan, usul tersebut merupakan usul konkret untuk membela masyarakat miskin. "Karena selama ini yang menolak kenaikan tarif listrik selalu memberikan alasan untuk rakyat miskin, jadi ini usul konkret untuk rakyat miskin," katanya.

Dia mengatakan, selama ini pihaknya selalu merugi dan mendapatkan subsidi karena untuk biaya produksi mencapai Rp 1.200 per kWh, sedangkan harga jual rata-rata hanya Rp 650 per kWh. Kalau kenaikan 10 persen, tetap saja akan merugi dan harus disubsidi pemerintah.

Dengan adanya skema di atas, menurut dia, PLN akan dapat memperoleh keuntungan dan tidak perlu mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Meski demikian, dia mengakui hal ini agak sulit dilakukan karena harus menaikkan tarif hingga 100 persen.

Selain itu, dia juga mengusulkan mekanisme subsidi langsung ke rakyat. Jadi, subsidi ke PLN yang mencapai lebih dari Rp 50 triliun tersebut tidak diberikan ke PLN, tetapi langsung ke masyarakat.

"Rakyat membayar sesuai tarif. Ini justru akan lebih mendorong penghematan, jadi bukan perusahaannya yang disubsidi," katanya.
----------

Saya tidak menyalahkan total Om Dahlan Iskan, tetapi sebagai seorang pejabat alangkah baiknya menjaga diri agar tidak melemparkan 'angin surga' tanpa mengkaji secara mendalam dampaknya. Ingat om di negeri kita ini urusan setrum masih rawan, belum banyak dipahami.

Sedikit saja bicara soal subsidi pelanggan kecil. Saat ini pelanggan rumah tangga R-1 450 VA itu sekitar 19 juta. Katakanlah harga jual listrik rata-rata 450/kWh. Konsumsi listrik 1,5 TWh per bulan. Harga pokok rata-rata menyediakan listrik sekitar 1200/kWh. Maka bila golongan ini gratis, revenue yang mesti ditanggung pelanggan lain sekitar 1,8 T per bulan, dari asumsi diatas, revenue saat ini sekitar 700 M. Berarti masih disubsidi sekitar 1,1 T per bulan. Apakah akan dilimpahkan ke pelanggan lain? Apakah pelanggan yg 900 VA tidak iri kalau 450 VA gratis?

Sedikit hitung menghitung kasar diatas semoga bisa untuk membayangkan kalau tarif lain yang musti menanggung maka berapa TDL nya?? belum lagi bicara soal desain tarif untuk bisnis dan industri yang mendorong perekonomian, maka ceritanya bisa lebih panjang lagi. Capek kalau diketik disini :)

IMHO (In My Humble Opinion) penggratisan seperti ini tidak mendidik. Gratiskan untuk sekolah-sekolah warga miskin misalnya, pasti lebih bermanfaat. Banyak hal yg menjadi concerns dalam desain tarif yang intinya seimbang antara market dan investment. Belum lagi dampak sosial, ada listrik gratis dijamin rame-rame orang pada ngganthol alias nyuri listrik, yang pasti bakal marak. Bukan prasangka buruk, tapi mari lihatlah realitas di lapangan. Meski Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) rajin patroli tetep pencurian listrik marak.

Kalau ditinjau dari energy efficiency, gratisan begini bakalan mendorong konsumsi energi yg tidak efisien. "Lha ngapain mikir wong gratis". Ini sangat tidak edukatif karena konsumen perlu disadarkan bahwa listrik itu mahal, listrik adalah barang ekonomi. Tidak serta merta dari air/batubara langsung alakazam jadi setrum, bukan? tapi perlu konversi energi yang butuh biaya. Belum lagi ditinjau soal climate change nantinya.

Bicara soal UUD 45 pasal 33 memang banyak tafsir. Saya sendiri lebih memilih negara menjamin energi sebagai regulator alias yang mengatur. Penjaminan ketersediaan dengan harga yang terjangkau. Dan itu banyak caranya, tidak hanya via monopoli. Di banyak negara yang sudah pakai electricity market, negara sebagai regulator juga menjamin ketersediaan listrik dan ada pinalti berat bagi yang macem-macem. Tapi itu pendapat saya pribadi. Urusan setrum di developing country seperti indonesia itu memang rawan. Dan tentu bikin pusiing...

Intinya, menggratiskan listrik lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Memangnya PLN punya kemampuan menyediakan listrik untuk semua warga yang dianggap berhak dapat listrik gratis?

Membayar itu salah satu filter untuk memilah mana warga yang butuh dan mau membayar (walau tidak menutupi seluruh cost). Jika digratiskan, lalu apa filternya untuk menyaring mereka yang mengaku miskin, plus menyesuaikan dengan kemampuan pasokan?

Ide populis belum tentu layak diterapkan secara nyata.

Minggu, 13 Juni 2010

Doa untuk koruptor & the-gank's

Mari kita doakan para maling uang rakyat, perampok uang uang rakyat serta pejabat yg suka memeras atau dlm bahasa halusnya adalah peminta pungli atau peminta uang setoran dr masyarakat.. Agar sadar

Semoga diampuni Tuhan... karena apa dimakan/dinikmati dari uang hasil seperti itu ke badannya biasanya jadi penyakit, mulai yg ringan sampai kanker, karena badannya dimasuki oleh makanan dan barang-barang yang dibeli dari uang kotor, tidak ada keikhlasan dari yg dirampok, diperas..

doakan baik masa muda atau masa tuanya...

jika nanggung penyakit yang menyakitkan... diberi keringanan... semoga diampuni...

kalau jalannya diampuni dengan harus nanggung rasa sakit yang parah dan lama...

semoga kalau tidak mati-mati diberi keringanan dalam menanggung rasa sakit keluarga, baik suami/istri serta anak atau keturunannya yang diberi makanan dan dibesarkan dari uang kotor itu, biasanya bisa jadi tidak baik, bisa saja jadi penyakit, atau narkoba atau salah pergaulan, lemah mental, atau proses hidup yang memalukan dsb..

semoga diberi keringanan

Karena tindakan mereka menyengsarakan jutaan rakyat, menyengsarakan generasi penerus bangsa, merusak bangsa, negara...

semoga cepat2 sadar...

Karena sebetulnya tindakan mereka itu lebih keji daripada tuyul, setan, buto ijo, babi ngepet, iblis, siluman, dsb...

Jika belum sadar juga, karena mereka memang sebenarnya adalah iblis, setan, tuyul, babi ngepet, siluman yang berbaju manusia... Semoga oleh Tuhan segera diperlihatkan wujud aslinya dan kembali kealamnya sana... yakni alam setan, alam siluman dsb...

Sebarkan himbauan ini... dan ada baiknya jika tiap orang.. selain berdoa, juga tiap hari menulis di email, di blog, di facebook, di secarik kertas.. doa untuk koruptor and his gank's ini...

dan kertas di poskan atau cukup diletakkan di kursi bus kota/bus antar kota, kursi kereta api, kursi pesawat, kotak pos, bus surat, meja penerima tamu, kursi-kursi kantor dll tempat, khususnya kalau bisa dikantor pemerintah..

agar para siluman, iblis, setan, tuyul dsb itu segera meninggalkan tubuh orang yang disusupinya...
agar indonesia kembali dihuni oleh manusia berjiwa manusia... bukan berbadan manusia tapi ruhnya setan, iblis, tuyul, buto ijo babi ngepet dsb...



Sabtu, 05 Juni 2010

Kompor Biomass UB

Kompor Biomass UB03, yaitu kompor biomass dengan sistem pembakaran turbulen (counter flow air-syngas mixing) dan kapasitas tabung bahan bakar yang jauh lebih besar dari kompor biomass pada umumnya. Kompor biomass berbahan bakar potongan kayu, ranting kering, bonggol jagung, briket sampah dll dengan sistem pembakaran turbulen yang mampu menghasilkan api yang jauh lebih bersih dari pembakaran tradisional.





Sabtu, 29 Mei 2010

Jembatan Balerang @ Kep.Riau

Jembatan terpanjang ke-dua se-Indonesia

Use your precious moments to blog life fully every single second of every single day.

http://luxsman.blogspot.com/
http://luxsman.web.id/

-----
Powered K610i and TELKOMSEL

Posted via email from luxsman

Jumat, 28 Mei 2010

Minggu, 23 Mei 2010

Partai Pembokat

“Apa masih ada harapan? Si Libas, putera mahkota sudah jelas-jelas mendukung Bung Bagi Kelereng?” Tanya Jos, perwakilan partai dari ujung timur Negeri Opini. “Masih, Bung. Bung Nenas Nimbrung kan membangun partai ini sejak lama. Bung Masuki Kali juga pejuang dari awal partai berdiri. Kalau keputusan pemilihan nanti setengah n plus 1, maka bisa dipastikan kedua suara itu nanti bergabung untuk mengalahkan Bung Bagi si oportunis pragmatis.” Yakin si Diin, utusan Pulau Selatan bicara.

Ya, perdebatan sengit sedang berlangsung dan berkecamuk di hati para utusan daerah Partai Pembokat. Dari namanya, partai ini memang bertujuan melayani, membantu, berkorban demi kebahagiaan semua rakyat Republik Opini. Dengan jiwa pembokat, mereka bersedia meleleh bak lilin demi negeri ini, supaya negara bersinar dan terkenal di seluruh bumi. Di lubuk hati yang paling dalam mereka ingin memilih orang-orang yang berjuang dari awal, orang-orang perintis dan memiliki semangat melayani tanpa pamrih tinggi.

Tetapi karena partai ini juga terlalu mengandalkan figur ketua pembinanya, Presiden Susahnyo Dianioyo, maka mereka jadi takut setelah sang maestro tidak dapat terpilih lagi, tokoh penggantinya tidak memiliki pesona yang sama.Belakangan bergabung tokoh yang punya dana kuat, tim sukses dan jaringan luas, serta memiliki tim pembangun penciteraan yang canggih, bernama Bagi Kelereng. Partai Pembokat yang tadinya kecil, dapat dia tingkatkan penciteraannya dengan program-program populer menggunakan anggaran negara, tetapi diiringi penciteraan partai. Dan lambat laun rakyat mulai meninggalkan partai tradisional mereka dan mendukung Partai Pembokat, sehingga menjadi pemenang pemilu. Politik penciteraan ini begitu menjadi andalan partai, sehingga para petinggi Partai Pembokat, termasuk Presiden Susahnyo dan putera mahkotanya Libas merasa tak mungkin berhasil memenangkan apapun tanpa Bung Bagi Kelereng. Rasa hutang budi itu menjadi dilema.

“Tim survey dan pembentuk Opini Bung Bagi luar biasa, Pa. Tim itu mungkin saja bisa menghipnotis ikan di kolam untuk loncat ke penggorengan. Apapun bisa mereka atur dengan ilmu statistik dan logika serta pengolahan data yang canggih.” Ujar Libas, meyakinkan Susahnyo. “Bagaimana pionir-pionir partai? Mereka bisa kecewa kalau kau terlihat memihak?” Tanya Presiden Susahnyo Dianioyo sedih. “Papa inginnya keluarga besar kita terlihat netral. Kamu duduk manis, jangan terlihat terlalu mendukung Bung Bagi.”

“Tidak bisa, Pa. Bung Bagi kelereng bilang, dia takkan menang tanpa dukungan yang frontal dari keluarga kita. Dia baru bergabung di Partai Pembokat belakangan, dan utusan partai di daerah kebanyakan orang-orang lama yang tidak suka politikus oportunis. Kalau dia kalah, dan keluar dari partai, penciteraan kita akan jatuh!!!” Libas pun pergi dengan keputusan tetap, penciteraan partai harus didahulukan di atas loyalitas.

Bung Libas, si putera mahkota pun terlibat dalam deklarasi Bung Bagi sebagai calon Partai Pembokat 1 di bulan April 2010. Tepuk tangan riuh mewarnai deklarasi itu, walau tetap ada keraguan, apakah semua yang bertepuk akan mencoblos namanya juga? Bung Nenas Nimbrung dengan elegan tetap membina dukungan dari utusan daerah cukup dengan SMS “Mari berjuang bak pembokat. Melayani tanpa kenal lelah, apa pun pendapat rakyat kita terima, yang penting kita melebur melayani mereka. Citra itu nomor dua. Melayani yang utama.” SMS ini cukup efektif, 393 pimpinan daerah dari 610 hak suara menyatakan mendukung. Malah ada yang SMS balik, “ Kami mendukungmu Bung Nenas, Citra itu hanya piala di layar lebar. Kami butuh pemimpin yang melayani, bukan yang mencitrai...”

Lain lagi Bung Masuki Kali, dia mengumpulkan semua utusan daerah yang mendukungnya di hotel bintang lima, “ Kita sudah merintis partai ini dari awal. Susah senang, manis pahit kita alami bersama. Saya tidak yakin menang, tapi kalaupun ada pemilihan 2 besar, satu pesan saya: ABK! ASAL BUKAN BAGI KELERENG!!!” Dan tepuk tangan riuh terdengar di ruangan VVIP room tersebut. Dan bla-bla-bla, seperti kongres-kongres partai lainnya, 3 hari pertama hanya perdebatan unjuk gigi orang-orang utusan daerah. Semua pintar omong, dan karena semua maunya saling mempengaruhi, ujung-ujungnya semua keputusan harus voting, tak pernah ada yang bisa dimusyawarahkan.

Akhir dari sebuah kongres ujung-ujungnya pemilihan ketua umum. Nego sana-nego sini gencar dilakukan. Pemilihan pertama, Bung Masuki Kali kalah, hanya didukung 123 suara, Nenas 213 dan Bagi 242. Sesuai aturan setengah n plus 1, maka Bung Nenas Nimbrung dan Bung Bagi Kelereng yang akan masuk putaran kedua. Tapi itu yang membuat putera mahkota cemas, SLOGAN ABK. Bagaimana kalau semua suara Masuki Kali mendukung Nenas? Dia yang sudah pasang badan mendukung Bung Bagi akan kalah muka, dan dia akan dikenal sebagai the looser. Padahal sang Papa, Presiden Susahnyo Dianioyo dikenal sebagai politikus ulung, Sang Pemenang. Sedangkan dia, di umur semuda ini, bakal jadi pecundang.

Menjelang pemilihan ketua umum partai putaran kedua, stress tinggi sudah membuat muka sang putera mahkota merengut, tampak lebih tua 15 tahun dari usianya. Penyakit gastritis kronisnya menjadi akut karena stress, ditambah lagi dia gak nafsu makan karena memikirkan akan jadi pihak yang kalah. “Benar kata Papa. Aku jangan terlalu memihak. Apalah jadinya dapat gelar pecundang di usia begitu muda?”

Dan di hari ke 5, pemilihan puncak ketua umum, terjadilah peristiwa bersejarah itu. Setelah aturan pemilihan diumumkan, lalu disetujui forum, maka mulailah pengambilan hak suara. Setelah semua utusan masuk ke bilik, dimulailah membacakan hasil votting. Dan sialnya, 5 suara pertama mendukung Bung Nenas.

“Nenas!” Ujar pembaca surat suara. BRUKKKKK!!!GEDEBUK!!. Semua peserta kongres memandang ke depan ke arah Libas, dia ambruk dari kursinya dan pingsan. Semua heboh, maju ke mimbar berusaha menolong Libas. Dia digotong dan diinfus dirumah sakit. Sepanjang perjalanan di ambulance dia mengigau, “Aku bukan pecundang! Aku bukan pecundang!”

Sidang yang diskors 3 jam akhirnya dilanjutkan oleh Presiden. “Begini, apa pun hasilnya voting ini membuat Libas puteraku stress berat. Bagaimana kalau kita selesaikan saja, kedua calon Bung Nenas Nimbrung dan Bung Bagi Kelereng memimpin bersama Partai Pembokat selama 1 tahun ke depan dalam kepemimpinan kolegial. Setelah Libas bisa mengatasi stressnya, baru kita adu lagi. Setuju?” Tanya sang pembina Prsiden Susahnyo Dianioyo.

“Setuju!!!!” Sambut semua peserta bertepuk tangan dan bersalam-salaman.

Demokrasi yang aneh? Memang selalu ada fatamorgana dalam demokrasi, terutama yang masih memakai pola kultus-kultus-an dan citra-citraan. Dan sang putera mahkota Libas, ternyata baru siap untuk menang dalam berdemokrasi, tetapi belum siap untuk kalah. Atau tepatnya, Otak Libas sudah siap berdemokrasi tapi lambungnya tak kuat....

Si Libas terlibas...

Minggu, 16 Mei 2010

Logo Baru PDIP

copas dari milist tetangga, milist tetangga copas dari twitter, "si moncong putih gak laku lagi, sekarang bathuk putih"

Blog is not a thing, it is a way. Use your precious moments to blog life fully every single second of every single day. In the name of BLOG in heaven. Amin....
------------------------------------------------------------
Regard
Luqman Kumara a.k.a luxsman
+6281231131000
visit : http://luxsman.blogspot.com and http://luxsman.web.id/

Posted via email from luxsman

Sabtu, 15 Mei 2010

Penyeberangan Sungai Siak

untuk menuju kota siak sri indrapura kita harus naik ferry yang membelah sungai siak, sungai terdalam di idonesia. Waktu untuk menyebrang tidak lama, cukup 5 menit. Yang lama adalah waktu menunggu kapal ferry penuh.

Use your precious moments to blog life fully every single second of every single day.

http://luxsman.blogspot.com/
http://luxsman.web.id/

-----
Powered K610i and TELKOMSEL

Posted via email from luxsman

Kamis, 13 Mei 2010

Lambe Turah

Sari nyangklong tas kesusu metu seka kelase, karepe mana atene ndekem nang kantin. Ate mulih aras-arasen, apamaneh jam loro mengko ana kuliah tambahan. Sari kuwi arek semester loro fakultas sastra Inggris, Universitas Ngayawara.

Ujug-ujug saka sisih kiwa, meh ae nabrak Anang, arek fakultas ekonomi. Arek kuwi kuru dhukur, senengane dodolan gombal ambek arek-arek wedhok ing kampuse. "Dancuuk!" batinne Sari.

"Eh... Hallo darling!" sapane Anang kalem, raine plek kaya boyo, congore lincip lan untune mrongos ngana kae.

Sari ngeblas mlaku, ora ngreken arek sithok elek kuwi.

"Sar, mbiyen-mbiyen aku akeh salah, akeh nebar kata-kata gombal ma sembarang orang. Sering bikin nangis cewek. Tapi setelah kenal kamu, aku saiki insaf," jarene ngethokke jurus boyone.

"Baguslah," jawabe Sari enteng wae.

"Ora ate nebar pesona neh ambek cewek lewat cara apapun. Kasihan juga kalau akhirnya pada sakit hatinya gara-gara tak gombali, " ujare Anang.

"Wo wedhus!" batinne Sari. Lha wong rai kaya boyo wae kok olehe ingah-ingih pamer mrongose. Iki uwong apa bethara kala?

"Tapi dasar aku!" ujare Anang.

Sari mendeg saknalika. Nyawang Anang, eneg. Meh wae Sari muntah. "Wong iki wes elek, kok doyan men nyocot, lambene turah men," batinne Sari maneh.

"Tapi dasar aku, niat-niat thok, ra onok nyatane," jare Anang karo mesam-mesem sing malah gawe raine tambah uelek.

"Yek apa carane katene isa mari iki?" pitakone Anang karo ngucek-ucek matane. Blobok kuning sak kedele gedene nganti metu, jan njijiki tenan!

Sari unjal ambegan.

"Wis watakmu kok Nang, ate piye neh," jawabe Sari karo neruske laku.

"Eh, buruan nikah, mungkin bisa hentikan kebiasaan jelekku," jare Anang.

"Ya rabi a ambek bajul kana!" saure Sari ing jeron ati.

"Wis watakmu Nang. Nek watuk isa dimareni, nek watak ki nganti tuwa ya panggah wae," jawabe Sari alus. Arek siji iki cen pinter lan atine apik, najan ing batinne misuh-misuh ora karuwan ning kata-katanya selalu halus dan penuh perhitungan.

"Mosok se?" Emange wong ki stagnan, ra isa brubah?" takone Anang.

"Wong Jawa sering ngomong, ciri wanci ginawa tumekaning pati," jare Sari.

"Ah mosok se? Bisa aja orang yang ga bener jadi baik. Iya khan?"

"Artine suatu watak dasar manusia itu sampai matipun sama. Tapi embuhlah, gak eruh aku," jare Sari.

"Lha iku nek sifat-sifat turunan, gen!" bengokke Anang.

"Lha menawa kuwi ya sifat turunanmu," jare Sari kalem.

"Kon iku ngawur ae!" bengoke Anang saya banter.

"Lha buktine kon mau ngomong dhewe nek "niat-niat thok, ra onok nyatane,"

"Lha wingi sasi poso wes mari je, lha dino iki wes kumat neh,"

"Poso rak ngempet kuwi,"

"Apa tak poso ben dina ae ya Sar,"

"Ra ana bedhane Nang, watakmu wes ngono kuwi kok,"

"Ah, kon iku malah nambah-nambahi rasa bersalahku thok ae," kandhane Anang karo ngelus-elus githok e.

"Nek krasa bersalah berarti khan bener. Jadi semakin kuat alibi nek kon iku cen kelakuane ya kaya ngono kuwi,"

"Mbok aku ditulungi Sar. Nglarakke atine wong ki dosa gedhe. Moh aku nek duwe watak elek kuwi. Gek ndang tak mari mumpung iki isih sasi Syawal. Piye carane Sar?"

Sari unjal ambegan. Nyelehke bokonge ning kursi pojok kantin sing isih sepi. Atine muntab.

"Mbak es degan satu ya!" bengokke Sari. Muga-muga wae es degan kuwi isa ngedemke atiku, batinne Sari. Sari unjal ambegan maneh.

Mbak Dewi bakul ndok kantin kuwi langsung iwut tangane gawe es degan, sedela wae dhek e wes inthik-inthik nyedhaki mejane Sari lan Anang nggawa es degan. Es degan durung wae diselehne meja, wes disaut Anang. Boyo sithok kuwi tanpa dosa trus nyruput es degan kuwi, mari ngono es degan kuwi trus disurung ngarepe Sari. Sari bola-bali unjal ambegan. "Dancuuk! Dasar boyo rai gedhek!" bengokke Sari ing jero ati.

"Golek tampar nem meter," jare Sari karo nyawang Anang tajem, sing disawang kedhep-kedhep. Ancene nggatheli cah kuwi.

"Trus?"

"Talenana ngisore wit pelem,"

"Ate digawe apa Sar? Ngrubuhke pelem ta?" pitakone Anang polos.

"Ya up to you, terserah. Ate digawe lompat tali ya mangga, ate digawe latihan panjat pelem ya enthuk, ate digawe kendhat ya silahkan. Sembaranglah," jare Sari rada emosi.

"Tambah ngawur ae kon iku. Tidak ada kasus lelara isa mari merga tali tampar. Ah jangan bercanda kalau dimintai saran Sar," gremenge Anang.

"Lho, iki model baru kok. Sapa ngerti kon sing dadi penemu pertamane,"

"Sar, anu... Mungkin lebih baik kalau kon rabi wae ambek aku, aku yakin pasti kon isa merubah sifatku. Ben mari elekku. Nek wes duwe bojo mesthi mari gombalku," jare Anang serius.

"Jabang bayiii..! Nganti donya iki ate kukut and you are the only one man, aku gak ate rabi ambek kon Nang!" bengokke Sari emosi. Sari ngadeg lan ninggal Anang nok jero kantin dhewekan.

"Jangan begitu Sar. Saar..! Es degannya belum dibayar!" bengokke Anang.

"Sing ngombe rak kon ta, bayaren dewe. Aku atene mulih," jare Sari getem-getem. Sari wes ra duwe semangat maneh melu kuliah tambahan jam loro mengko, age-age nyetop microlet kuning lan sedela wae ninggal papan kuliahe.

Minggu, 02 Mei 2010

Proses Pembuatan Pulp dan Kertas

Gambaran secara umum dari pembuatan pulp dan kertas yang saya dapatkan
dari field trip.

01. Kayu yang berumur kira-kira 6 - 10 bulan dipotong dari hutan
konservasi dan dikirim ke pabrik sebagai bahan baku dari pulp dan
kertas.
02. Kayu potongan kemudian dikeringkan secara alami di yard selama 2 -
4 bulan untuk mengurangi kadar air dalam kayu dan mengeringkan kulit
kayu.
03. Kayu kering dari yard kemudian dibuang kulit dan kotoran yang
memenpel dan selanjutnya dipotong kecil-kecil (chipping process) dan
hasilnya disebut chips.
04. Chips kemudian dibawa ke tempat pembuatan pulp atau bubur kertas.
05. Proses selanjutnya adalah pemasakan pulp, dimana tujuan utama dari
proses ini adalah melepaskan serat bebas dan menyiapkan pulp untuk
digunakan dalam proses pembuatan kertas / paper.
06 dan 07. Pulp yang telah jadi, jenis dari pulp ini adalah dry pulp
08 dan 09. Wet Pulp dari mesin Pulp kemudian diolah kembali di mesin
paper untuk menghasilkan kertas roll panjang dengan bantuan campuran
bahan kimia.
10. Hasil dari proses 09 diperoleh kertas degan ukuran sangat besar
dengan berat 50 ton.
11. Untuk memudahkan pengemasan, kertas kemudian digulung lagi dan
dipotong dengan ukuran yang lebih kecil dengan berat 1 roll kecil
sekitar 1 ton.
12. Proses pemotongan kertas roll menjadi ukuran A3, A4, F4, etc,
kemudian dikemas sesuai merk dan siap untuk dikirim.

Penasaran dengan proses yang lebih dalam, tunggu tulisan terbaru dari saya...

Posted via email from luxsman

Sabtu, 01 Mei 2010

Heroisme Abad 21

BULAN Mei tahun ini bagi Indonesia tidak sekadar gempita Kebangkitan Nasional. Mei tahun ini sangat istimewa. Ia adalah juga 12 Tahun Reformasi. Hari Buruh Internasional. Hari ini 2 Mei bahkan hari Pendidikan Nasional yang diperingati di mana-mana. Mei yang istimewa ini tentu tidak lepas dari satu kata : Pahlawan.

Apa yang terlintas di benak Anda ketika mengenang pahlawan? Apakah dengan memandang deretan gambar setengah badan di dinding sekolah yang diterakan nama besar di bawahnya, lantas menimbulkan decak kagum, sembari berharap, ” Tuhan, jadikan aku seperti beliau”. Gambar-gambar itu seolah saksi bisu tentang keterasingan. Pada jamannya orang rela menyerahkan miliknya bagi kepentingan perjuangan bangsa yang dihembuskan oleh pahlawan. Apakah mengenang pahlawan juga mengingatkan kita pada heroisme yang dibangunnya manakala ia berjuang melawan kesewenang-wenangan dan kelaliman?

Tiap bangsa terjajah pasti mempunyai pahlawan. Nama mereka begitu lekat di hati rakyat, utamanya di daerah asal sang pahlawan. Mengingat pahlawan berarti mengingat keberanian melawan despotisme kaum kolonial. Mengingat pahlawan sama dan sebangun dengan mengenang orang kecil melawan orang besar, orang ”lemah” melawan orang kuat.

Cerita kepahlawanan akhirnya mempertautkan kondisi sekarang dengan masa lalu. Betapa jarak puluhan bahkan ratusan tahun, terasa jadi dekat. Dalam memori kita terbayang heroisme tiada putus yang mengendap dalam sanubari seorang Christina Martatiahohu, AA Maramis, Rasuna said, atau Bung Tomo dan beberapa nama lain, yang ditulis dengan tinta emas sejarah Indonesia.

Mengenang pahlawan bagai mengenang keberanian yang secara tulus diperjuangkan tanpa tuntutan atau imbalan apa pun. Sebuah instrumen kemanusiaan yang barangkali kini tinggal serpih kenangan belaka. Sebab di jaman ini, keberanian sering dianalogikan sebagai kekonyolan atau ketidaklayakan. Heroisme kini seperti catatan fiksi.

Cerita fiksi dalam dunia kanak-kanak kita, biasa memasukan sosok pahlawan sebagai pemberani sekaligus pembebas suku bangsa tertentu dari tekanan para penindas. Sosok itu umumnya berusia muda, berparas cantik dan gagah, serta rela mengorbankan dirinya demi kepentingan orang banyak. Pahlawan dalam dunia fiksi menyeret anak-anak kepada suatu tahap imajinasi untuk mengembangkan elemen kreatifitasnya. Dengan kata lain membaca, menyimak, dan mengendapkan cerita kepahlawanan dapat menstimulasi anak dapat berbuat mulia sebagaimana dicontohkan sang pahlawan.

Pahlawan dalam berbagai cerita fiksi setidaknya mempertautkan sejumput heroisme kepada pembacanya. Hans Christian Andersen, Enid Blyton, atau Karl May berhasil memberikan sumbangan semangat kepahlawanan bagi pembacanya. Kontribusi mereka tak pelak merangsang anak melakukan tindakan terpuji meski harus mengalami kepahitan dan tekanan lawan.

Citra pahlawan dalam dunia fiksi adalah semacam pertalian budaya yang dihantarkan untuk menanamkan sikap pembelaan diri atas kesewenangan kaum penindas. Perkelahian dan peperangan yang hadir di dalamnya, bukanlah semata-mata karena ia haus kekerasan, darah, dan kemenangan melalui pedang atau senapan. Melainkan sebuah upaya pertahanan diri untuk tujuan mulia. Bukankah ciri menonjol kepahlawanan adalah keberanian? Letaknya pada keberanian. Berani karena benar. Meminjam sastrawan William Shakespeare, pahlawan mati hanya satu kali tetapi pengecut mati berkali-kali.

Pahlawan memang hanya mati satu kali, karena itulah yang diperjuangkannya dan dipertaruhkan dengan utuh dan tanpa ragu. Kebenaran yang dibelanya merupakan harga mati.

Persoalannya kemudian, haruskah ada pahlawan di zaman kini? Masih perlukah pahlawan di zaman yang carut marut ini, ketika atas nama globalisasi manusia digiring oleh kaum kapitalis menuju satu kesamaan? Sosok Pahlawan sering dikaitkan dengan jasanya memperjuangkan kemerdekaan bagi negara ini. Pengertian ini sepertinya sama saja di setiap negara. Lantas ketika kita menginjak masa sekolah, kita mulai berkenalan dengan sosok Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Guru yang mengajari kita bagaimana menulis dan membaca serta yang lainnya, adalah sosok pejuang yang telah membebaskan kita dari belenggu kebodohan. Merekalah pahlawan itu, yang selain tanpa tanda jasa juga tanpa taman makam pahlawan.

Dialog Andreas dengan gurunya Galileo Galilei sebagaimana ditulis Berthold Brecht dalam sepenggal dramanya, menyoal pahlawan menandakan adanya perbedaan titik pandang. Ketika Andreas berkata, “unhappy, the land does no a hero”, (celaka, bangsa yang tidak mempunyai pahlawan), Galileo menjawab, “unhappy, the land needs a hero”, (celaka, bangsa yang memerlukan pahlawan).

Pernyataan Andreas menandaskan suatu keadaan pada sebuah negeri yang banyak dihuni oleh para pengecut. Ke mana pun ia melangkah, sikap kepengecutan teramat biasa terjadi. Dalam situasi seperti itu ia merindukan sosok pahlawan untuk menghentikan serta meniadakan kepengecutan. Sementara jawaban sang guru lebih menekankan kepada suatu keteraturan masyarakat dengan kesadaran budayanya, sehingga kepengecutan tidak mendapat tempat dalam masyarakat.

Betapa pun abstraknya, setiap masyarakat atau bangsa selalu menyanjung para pahlawannya. Biografi pahlawan akhirnya sering dibukukan untuk mengilhami penulisan novel-novel sejarah yang tidak mustahil diangkat ke layar lebar dalam pita seluloid, demikian pula untuk menciptakan lagu-lagu perjuangan. Akan tetapi kultus individu itulah yang nampaknya ditolak oleh Galileo. Bahwa suatu masyarakat yang membutuhkan pahlawan, tersirat keinginan tak sengaja untuk mengkultuskan seorang pahlawan. Karena pahlawan yang didambakan itu harus mampu menyelesaikan kepengecutan di masyarakat.

Pahlawan kerap jadi bagian kesadaran budaya suatu bangsa, kesadaran tentang perlunya pemahaman objektif atas masa lampau sekaligus kesadaran pentingnya memiliki dan memelihara symbol-simbol kebesaran masa lampau suatu bangsa. Di sinilah barangkali perlunya cerita-cerita kepahlawanan bagi suatu bangsa.

Namun simbol kepahlawanan bisa berubah menjadi mitos, ketika simbol itu dijadikan sebagai sesuatu yang sangat penting serta mengabaikan fakta-fakta histories. Simbol berubah jadi mitos (dan bersifat abstrak) jika cerita kepahlawanan disandarkan pada kepentingan kultus.

Pahlawan mengalami dekonstruksi nilai karena pengaruh kepentingan politik atau status sosial di masyarakat. Tidak aneh jika seorang jendral berbintang atau orang ternama ketika mengungkap genealoginya, mencangkokan nama seorang pahlawan pada suatu masa. Biasa juga dinisbatkan pada seorang raja pada masa kerajaan Hindu Jawa. Gejala yang menimpa masyarakat Jawa khususnya, setidaknya susah mengelak untuk menjelaskan perlunya seorang pahlawan yang merangkai silsilah dirinya.

Pada kondisi ini, pahlawan yang semula jadi simbol sebuah perjuangan dan kebenaran, berubah jadi mitos. Dan dengan demikian pahlawan berakhir hanya pada sebuah cerita fiksi. Kini, mungkin saja sosok pahlawan telah hadir kembali dalam dunia dewasa kita dan jatuh kepada bagian mitologi (fiksi, abstraksi) dari kesadaran budaya kita.

Kebenaran yang diperjuangkan pahlawan serta keberanian yang ditampilkannya sebagaimana mitologi dan fiksi, menjadi dambaan kesadaran budaya kita yang (boleh jadi) cukup jauh dari nilai kebenaran dan keberanian. Maka ditempuhlah jalan mudah secara mengaitkan asal usul kita kepada seorang pahlawan. Apalagi tujuannya selain untuk memperoleh simpati masyarakat, kekaguman dan status sosial, bahwa kita tidak lain adalah keturunan kesekian seorang pahlawan.

Padahal sesungguhnya upaya merangkai genealogi kita kepada seorang pahlawan tidak lain merupakan sepenggal sikap pengecut atau ketidakberanian menyatakan fakta hostoris yang objektif mengenai asal usul kita. Beranjak dari pemikiran ini, apakah pahlawan hanya milik orang ternama dan berpengaruh saja?

Dekonstruksi pahlawan dari kenyataan objektif sejarah menjadi mitos dan fiksi itu hanya layak terjadi pada suatu masa tatkala kedudukan seseorang di masyarakat amat ditentukan oleh kebesaran nama leluhurnya. Secara psikologis, orang yang biasa menyandarkan diri kepada leluhurnya adalah orang yang tak siap berkompetisi meraih kedudukan. Mereka hanya kagum dan terpenjara pada kebanggaan masa lalu. Kekaguman dan kebanggaan semu yang sebenarnya tidak ia amati. Kebanggaan itu bukan ia jalani, namun sekadar disodorkan kepada khalayak.

Jika sikap demikian terpatri, apa bedanya kita dengan anak-anak ketika mendengar, membaca, dan menyimak kisah pahlawan? Pahlawan berikut perjuangan yang dipersembahkan bagi bangsanya bukan semata-mata untuk mencipta kebanggaan. Akan tetapi ia mewariskan keberanian membela kebenaran dengan segala risikonya. Nilai itu menjadi nilai yang sah suatu bangsa, bukan milik sekumpulan keluarga.

Kini jumlah pahlawan melonjak. Dari arena olah raga, dunia musik dan film, tak pelak melahirkan pahlawan yang dominan oleh rasionalitas teknologi. Pahlawan yang sesungguhnya, pahlawan yang dilahirkan untuk berperan dalam sejarah dan perubahan suatu bangsa, makin sedikit jumlahnya.

Begitu jauhkah kita dari semangat kepahlawanan? Hormatkah kita kepada pahlawan bila hanya mewarisi kekaguman perjuangannya? 10 Nopember setiap tahun kita peringati Hari Pahlawan. Bermula dari perjuangan yang tak kenal takut di Surabaya 1945, kita jadikan momentum sejarah dan fakta historis.

Mitologi, fiksi, abstraksi dengan demikian merupakan dekonstruksi pahlawan. Jika sudah demikian, jangan-jangan dari kuburnya yang damai, Bung Karno, Bung Hatta, Syahrir, Tan Malaka, Soedirman, dan semua pahlawan berkata, “Sia-sia aku menjadi founding father bangsa ini apabila sekadar dijadikan rasa kagum serta kebanggaan saja”.

Minggu, 25 April 2010

Lulus Kuliah

“Setelah lulus kuliah mau ngapain ?”
“Udah kerja dimana ?”
“Apa kabar pengangguran ?”


Mungkin kata-kata atau sapaan itu sering dijumpai atau ditujukan kepada seseorang yang sudah lulus kuliah S1. Maklum saja, setelah seseorang lulus menjadi sarjana Strata 1 selalu ditanya dengan pertanyaan klasik atau pun hanya sekedar cibiran yang kadang menyakitkan. Pertanyaan klasik itu lebih ke pertanyaan apakah sudah bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Nah, kalau untuk cibiran yang saya maksud itu lebih ke status yang telah berubah, yakni dari mahasiswa menjadi pengangguran. Tapi harap diingat, kalau status pengganguran itu hanya untuk orang yang belum mendapatkan pekerjaan. Kalau untuk yang sudah mendapat pekerjaan itu beda lagi statusnya.

Saya pun termasuk diantara orang itu. Karena beberapa bulan yang lalu saya telah melepas status mahasiswa saya dengan mengikuti perhelatan akbar yang dinamakan wisuda dan melalui proses yang disebut membuat skripsi. Jujur saja, pertanyaan-pertanyaan itu pun juga datang menghampiri saya. Ada yang memberi semangat karena saya telah menjadi sarjana, tapi ada pula yang langsung mencap saya sebagai pengangguran. Untuk hal itu, saya sih bisa menerimanya. Termasuk istilah pengangguran, walaupun yang memberi istilah itu mengatakan dengan nada yang kurang baik.

Sudah menjadi keharusan atau kewajiban, setelah seseorang lulus kuliah sarjana S1 harus mencari kerja. Karena saya teringat oleh sebuah istilah, bahwa kuliah di perguruan tinggi itu untuk bekerja. Maksudnya sendiri adalah bahwa setelah lulus kuliah wajib mencari kerja yang sesuai dengan konsentrasi ilmu nya sekaligus menerapkan ilmu-ilmu yang didapat ketika bangku perkuliahan.

Karena saya kuliah jurusan Teknik Elektro konsentrasi Arus Kuat maka saya pun harus bekerja di bidang arus kuat. Berarti dalam hal ini, bekerja pada tenaga listrik dengan profesi sebagai engineer. Tenaga listrik sendiri bentuknya bermacam-macam, ada yang 12 volt, 220 volt, dan 500 kV. Walaupun ketiga bentuk itu dalam hal tegangan berbeda, tapi yang menjadi persamaannya adalah sama-sama bisa nyetrum.

Lulus kuliah langsung mencari kerja itu adalah teori atau impian di benak orang. Tapi ketika berbicara kenyataan secara fakta, bahwa tidak lah mudah mencari pekerjaan. Bayangkan saja, dalam satu tahun berapa mahasiswa yang sudah diwisuda. Misalnya jumlahnya mencapai seribu orang dengan jurusan yang sama, nah seribu orang itu akan bersaing untuk memperoleh pekerjaan dengan bidang yang sama. Bisa dibayangkan hal itu, sebuah persaingan yang sangat ketat. Belum lagi ditambah dengan permasalahan setiap perusahaan itu belum tentu membuka lowongan pekerjaan. Kalau pun ada, itu pun jumlah pegawai yang diterima nya tidak banyak. Jadi, bisa kembali dibayangkan suasana seperti itu. Untuk memperoleh kerja saja, dibutuhkan perjuangan yang luar biasa.

Untungnya saja saya mendapat kemudahan akan hal itu. Dimana setiap orang setelah lulus berlomba-lomba untuk mencari pekerjaan, tapi saya malah langsung ditawari bekerja oleh perusahaan. Mungkin menurut saya itu sesuatu yang sangat langka terjadi disini. Itu hanya menurut saya. Asia Pulp and Paper lah yang menawari saya untuk bekerja di Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP). Saya sendiri pun masih dibuat heran dan tidak percaya kenapa saya bisa ditawari bekerja di sana. Padahal saya mendaftar disana hanya berbekal Surat Keterangan Telah Mengikuti Tugas Akhir dari Jurusan dan Transkip Nilai yang juga dari Jurusan.

Ketika tawaran itu datang kepada saya, saya pun tanpa ragu menerima tawaran saya. Karena, disaat sekarang dimana sulitnya mencari pekerjaan justru datang tawaran bekerja. Buat saya, why not ??. Dengan menerima tawaran itu saya juga bisa sekaligus mencari pengalaman sebanyak-banyaknya sebagai modal saya ketika kelak saya hendak mencari pekerjaan di tempat lain.

Saya sendiri pun tahu, jika saya bekerja di IKPP, saya akan ditempatkan di posisi Management Trainee yang pekerjaan nya selalu didorong mencari improvement baru. Tapi itulah resikonya, dan saya harus siap menanggung resiko itu. Apapun pekerjaannya dan seberat atau seringan suatu pekerjaan pasti ada resiko yang dihadapi. Walaupun status saya belum karyawan tetap, atau on the job trining, meminjam istilah mereka saya terima itu. Karena untuk mencapai sesuatu yang diinginkan, semua itu harus dengan proses yang saya sendiri pun tidak tahu apakah lama atau cepat. Saya pun hanya menjalani apa yang sudah saya terima, tapi tetap berharap apa yang saya inginkan tercapai.

Beberapa minggu telah saya lalui sebagai karyawan management trainee di IKPP . Berbagai tantangan dan tugas telah saya hadapi. Apakah itu berat atau ringan, saya jalani dengan biasa saja. Walau hanya beberapa minggu saja baru sebagai karyawan, saya telah mendapat pengalaman baru seperti bagaimana menghadapi kengototan Achmad Michdan dari Tim Pengacara Muslim yang juga kuasa hukum Amrozi cs, pelaku bom Bali 1 yang menyatakan bahwa kliennya itu bukan teroris.

Mungkin,di kesempatan berikutnya bisa saja saya mendapatkan tantangan dan penugasan yang jauh lebih “seru” atau lebih berat dari sebelumnya. Saya tidak bisa meramalkan hal itu, tapi saya hanya berharap agar kegiatan saya yang baru ini bisa bermanfaat dan sebagai modal saya untuk mencari pekerjaan di waktu mendatang.