Sabtu, 18 April 2009

FAKTA CALEG Stress

Pemilu Legislatif telah usai, dan telah banyak media cetak maupun elektronik telah memberitakan beberapa kelakuan kekanak-kanakan CALEG yang tidak lolos ke kursi empuk. Berikut ini adalah beberapa daftar CALEG dan TIM SUKSES-nya yang melakukan sifat tidak sportif.

1. Caleg SK di Dapil I Kabupaten Sumbawa. Menarik kembali bantuan sebuah mesin genset yang di sumbangkannya ke mesjid. Selain itu, ia juga menarik bantuan dana sebesar Rp 1 juta yang disumbangkannya ke dua mushallah.

2. Caleg AH di Dapil I Kabupaten Sumbawa, sebelumnya ia menyumbang 100 buah kursi plastik dan 25 zak semen ke sebuah MTS di Kecamatan Labangka, Namun karena kecewa tidak meraih suara yang diharapkan, AH menarik kembali kursi dan semen tersebut.

3. Oknum caleg di Kota Sumbawa Besar yang tidak disebut nama dan parpolnya, meminta kembali uang sebesar Rp 20 ribu per orang yang diberikan dengan target 50 hingga 60 suara. Namun di pemilu, perolehan yang ada hanya ada saksi dan keluarga tim sukses.

4. Caleg nomor urut 9 dari Partai Golkar dari Kota Bogor,Yuniar, melalui tim suksesnya berinisial SB, menarik kembali ratusan buku tabungan masing-masing senilai Rp50.000 bertuliskan Karya Nyata Sejahtera yang dibagikan saat kampanye di Kampung Muara, RW 11/14, Kelurahan Pasirjaya,Kecamatan Bogor Barat.Namun saat hasil suara
dihitung, dari jumlah DPT yang jumlahnya sekitar 900 suara,nama Yuniar hanya memperoleh di bawah 10 suara di RW 11 dan 14.

5. Caleg Partai Golkar dari Daerah Pemilihan I Dumai Timur Aswin memalui tim suksesnya mencabut kembali lima tiang listrik yang telah dipasang untuk menyalurkan listrik kewarga setempat.

6. Caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Banjar, Jawa Barat, Srihayati, 23, ditemukan tewas gantung diri sekitar pukul 07.30 WIB Selasa (14/4).Ibu muda yang mencalonkan diri untuk daerah pemilihan (dapil) I Kota Banjar dengan nomor urut 8 itu
ditemukan tewas di sebuah saung bambu di Dusun Limusnunggal RT01/01, Desa Bangunjaya,Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Ciamis.

7. Seorang calon legislatif (caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Pahala Sianipar ditemukan tewas di kediamannya, Senin (19/04) malam. Ia tewas bunuh diri akibat menenggak obat pembasmi serangga di dalam kamarnya. Di kediamannya Jalan Pintu Air, Kecamatan Medan Kota.

8. Tim Sukses (TS) Caleg pun bisa stres bahkan mengakhiri hidupnya. Itu dibuktikan Muhammad Iqbal (28), TS seorang Caleg yang kalah. Lelaki yang menetap di Jalan Eka Surya, Gang Pribadi, Kelurahan Gedung Johor, Medan Johor ini nekat gantung diri di kediamannya, Jumat (10/4). Iqbal adalah TS seorang Caleg untuk DPRD Medan. Sejak dua bulan lalu dia aktif menjadi TS Caleg sebuah Parpol. Karena kesibukan sebelum dan saat kampanye. Lelaki dengan pekerjaan serabutan ini dikabarkan sering tak pulang ke rumah untuk ngurus kemenangan Caleg jagoannya. Karena itu, dia acap bertengkar dengan
istrinya.

9. Lazuardi, seorang caleg DPRD Kota Pontianak, Kalimantan Barat, meninggal Senin (13/4) malam lalu. Ia meninggal beberapa jam setelah mengikuti penghitungan suara pemilu. Diduga caleg dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini meninggal karena terlalu lelah dan stres mengikuti rangkaian proses pemilu. Ditambah perolehan suara tak cukup untuk menjadikannya legislator.

10. Sri Sumini, caleg dari Partai Demokrat di Solo, Jawa Tengah, meninggal akibat serangan jantung dan lever pada hari Minggu (12/4). Menurut keluarga, sejak masa kampanye hingga usai pencontrengan sang caleg lebih pendiam dan terkesan menyimpan beban pikiran.

11. Di Cirebon, sebanyak 15 orang caleg mengalami depresi dan memilih melakukan pengobatan spiritual untuk menyembuhkan depresi kepada Ustaz Ujang Bustomi di Desa Sinarancang, Mundu, Cirebon.

12. Seorang calon legislator daerah pemilihan Tangerang, di perumahan elit Alam Sutera Kunciran, stres dan marah-marah karena kalah dalam pemilu legislatif 9 April lalu.Sekitar pukul 17.00 WIB (9/4) saat penghitungan suara dilakukan, seorang pria (40) yang merupakan caleg dari partai tertentu, terlihat frustasi saat mengatahui kalah dalam perolehan suara. Dia merangkak di pinggir jalan dengan membawa-bawa cangkir sambil meminta-minta uang kepada orang yang berlalu lalang, katanya kembalikan uang saya, kata caleg itu.

13. Salah seorang caleg Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) dari Bulukumba; Andi Langade Karaeng Mappangille Minggu (12/4) bersama tim suksesnya nekat melakukan penutupan jalan sepanjang 3 km. Tindakan tersebut diduga akibat perolehan suaranya yang tidak mencukupi menjadi caleg terpilih.

14. Di Ternate, Maluku Utara, seorang caleg berinisial HT meminta kembali televisi yang sudah disumbangkan ke warga. Ini dilakukan karena perolehan suara sang caleg sangat rendah. Kejadian ini terjadi di RT 02 Kelurahan Falawaja II, Kota Ternate Selatan.

15. Seorang caleg di Cirebon, Jawa Barat, kini sering melamun dan mengurung diri. Nasib ini menimpa Iwan Setiawan, caleg Partai Patriot asal Kabupaten Kuningan. Apa yang dialami Iwan ini bisa jadi hanya satu dari banyak kasus yang bakal terjadi. Setelah mengetahui hasil penghitungan suara tidak sesuai harapan, pria berusia 29 tahun ini mendadak menjadi pendiam dan sering mengurung diri di kamar. Keluarganya menduga, perilaku Iwan Setiawan terjadi karena kekalahannya dalam pemilu 9 April lalu. Iwan Setiawan memang telah menghabiskan uang yang banyak untuk kampanye. Setidaknya Rp 300 juta ludes dibuyurkan.

16. Ni Putu Lilik Heliawati (45), caleg nomor tiga Partai Hanura untuk DPRD Buleleng, meninggal dunia secara mendadak di rumahnya Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng.Musibah terjadi Kamis (9/4) malam sekitar pukul 23.30 Wita itu. Heliawati diduga meninggal akibat serangan jantung setelah menerima telepon dari tim
suksesnya bahwa perolehan suara yang bersangkutan tidak memenuhi harapan.

17. Caleg nomor urut 15 Daerah Pemilihan (Dapil) berinisial S Sirimau untuk DPRD Kota Ambon, hendak menarik kembali karpet yang telah disumbangkan kepada ibu-ibu pengajian setempat.

18. Caleg DPRD Kulon Progo menarik kembali sejumlah hadiah dan sumbangan yang pernah ia berikan kepada warga Desa Karangsari, Pengasih, Kulon Progo. Caleg yang menarik kembali sumbangan kampanyenya itu, S, caleg perempuan.Saat masa kampanye, S cukup sering memberikan sumbangan dan hadiah kepada warga. Di Dusun Kamal, Karangsari, misalnya, ia memberikan 14 zak semen untuk pembuatan jalan konblok. Menurut warga, S juga memberikan bantuan alat musik drumband dan uang tunai Rp 2,5 juta.

19. Di Kalimantan Tengah muncul dua caleg dan tiga simpatisan partai yang mengalami tekanan psikis. Dua dari lima orang itu mengalami gangguan jiwa ringan atau stres, seorang gangguan jiwa sedang atau depresi. Dua lainnya mengalami gangguan jiwa berat: terus mengoceh, murung, serta tak mau makan serta Minum. Kelimanya kini dirawat di Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat Kalawa Atei, Kalteng.

20. Dahlan, caleg DPRD Bulukumba dari Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN). Caleg nomor urut tiga yang bertarung di Dapil I Kecamatan Herlang, Bonto Tiro dan Kajang ini, melakukan aksi penyegelan gedung SDN 225 Kajang-Kajang, Desa Borong, Kecamatan Herlang.Dahlan mulai menyegel sekolah ini sejak Sabtu (11/4) malam lalu dengan cara
mengikat pintu gerbang sekolah menggunakan tali. Ia menyatakan, lahan yang ditempati gedung sekolah itu adalah miliknya.

21. Caleg EP dari partai RepublikaN menggusur 42 KK dari lahan tempat mereka tinggal di kawasan Daeo, desa Gura, kecamatan Tobelo, kabupaten Halmahera Utara (Halut). Tergusurnya warga itu dikarenakan ada pengusiran dari pemilik lahan yang beralasan bahwa tempat tinggal warga "menumpang" itu akan dibangun tempat usaha. EP yang merupakan caleg dari partai RepublikaN tak memperoleh satupun suara dari TPS para warga berdomisili, yang menjadi pemicu dari penggusuran tersebut.

22. Tim sukses salah satu caleg dari partai Golkar di Dapil I Ternate (Ternate Selatan-Moti) yang menarik televisi yang diberikan di pangkalan ojek Falajawa II, Kelurahan Kayu Merah, termasuk merusak pangkalan tersebut hanya beberapa jam setelah penghitungan suara berakhir.

23. Tim sukses Caleg berinisial MG di Kelurahan Jati Ternate melakukanpenarikan televisi dan bantuan semen. Hal ini dilakukan karena suara yang diperolehnya tidak sesuai dengan harapan.

Semoga saja nanti waktu PEMILU PRESIDEN, para calon presiden dan tim suksesnya tidak melakukan hal-hal aneh.

Berikut adalah 9 besar perolehan suara sementara DPR versi Pusat Tabulasi PEMILU Nasional 18 April 2009 pukul 04:50.

1. Partai Demokrat
2. Partai Golongan Karya
3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
4. Partai Keadilan Sejahtera
5. Partai Amanat Nasional
6. Partai Persatuan Pembangunan
7. Partai Kebangkitan BAngsa
8. Partai Gerakan Indonesia Raya
9. Partai Hati Nurani Rakyat



30 komentar:

  1. PERTAMAX!!!

    koe kapan gilirane man ... heuehueh

    BalasHapus
  2. Yang milih dan yang dipilih sama gilanya !!!!!!!

    BalasHapus
  3. terbukti mereke ini pecundang sejati :)

    BalasHapus
  4. RSJ masih terbuka lebar untuk mereka ...

    selamat buat yang Stress...

    Maz Lukman jangan ikut² an ...

    gak ada yang bantuin nge-pel (lmao)

    BalasHapus
  5. Yang nulis ga' ikut stress toh..?'
    Sebabe ora nyaleg..
    wakakak..

    BalasHapus
  6. semoga gak bertambah lagi yang stress ya termasuk yang nulis

    BalasHapus
  7. Wah up to date ya, man ... gak termasuk orang2 itu kan ??

    BalasHapus
  8. sesuaikan

    fakta miris, side effect apa yang diberikan oleh keputusan mereka dengan menggantungkan nasib dengan nyaleg? keluarga orang2 disekitar mereka.

    miris!

    BalasHapus
  9. dasar orang stress!!!!

    BalasHapus
  10. wah... ntuh di ambil kembali bukand karena stress, ntuh di rumahnya dy ngadain acara resepsi pernikahan,truz kekuarangan genset sama kursi... jadi diambil lagi yang dah di kasih

    positip thinking men :D

    BalasHapus
  11. sepertinya tahun ini pertumbuhan orang gila melonjak drastis gara² banyak caleg streess

    BalasHapus
  12. bisnis bagus nih...

    jualobat stress

    BalasHapus
  13. gendeng berjamaah ta, wong2 iku? sempel kabeh....

    btw, hasil yg cukup mengejutkan bagi saya adalah : PKB hanya menempati posisi ke-7....

    BalasHapus
  14. ngehadapin permasalahan sendiri aja uda stress, gimana ntar kalau disuruh nanganin masalah rakyat??

    yang dipikir enaknya aja siy..

    **miris banged**

    BalasHapus
  15. ini daftar yang terekspos, yang ngga terangkat??

    BalasHapus
  16. wah komplit sensus caleg gangguan jiwa

    BalasHapus
  17. Dooh.. semakin banyak data yang stress.. kasian kang...

    BalasHapus
  18. itulah kalo metalnya belum siap.
    ngasih sumbangan karena ada maunya.
    gimana ntar jadi wakil rakyat?
    untung aja sekarang ga kepilih.
    jadilah mereka itu korban pamilu

    BalasHapus
  19. aku juga bingung... kok caleg gitu ya lo kalah... edan..

    BalasHapus
  20. dampak dari pemilu memang luar biasa bagi para caleg, terutama yang gagal, semoga bisa menjadikan pelajaran yang berharga ;)

    BalasHapus
  21. iya, aneh2aja ya. masak sumbanagan yang sudah duiberikan diminta lagi

    BalasHapus
  22. dari pada jadi caleg... mending jual uleg-uleg...

    BalasHapus
  23. Nice info, banyak sekali list yang diberikan.

    BalasHapus
  24. ga usah khawatir brow....RSJ masih terbuka lebar untuk mereka ...wekekekekeke

    BalasHapus
  25. wakakak. itu dia resiko kehidupan. Main politik pake spekulasi sih, kaya pertandingan bola aja

    BalasHapus
  26. dikampungq, caleg yang dulunya katanya bisa ngobatin orang sakit, sekarang nggak mau ngobatin orang, karena nggak dikasih suara. menyedihkan....
    Saya jadi sanksi sama caleg terpilih sekrang... PASTI ada yang money politic tuh.
    Btw, bagi para caleg yang menarik kembali sumbangannya, itu menandakan bahwa masyarakat kita udah cerdas. Ayo kita terus kampanyekan... APABILA ADA CALEG YANG MAU NGASIH UANG SUPAYA TERPILIH, AMBIL UANGNYA, TAPI JANGAN CONTRENG NAMANYA...

    BalasHapus
  27. untung saya ga nyaleg, jadi ga stress gegege :D

    BalasHapus
  28. horreee.. partai bapak ku menang...........

    BalasHapus