Selasa, 26 Mei 2009

Jenis Mentega

Mau memcoba resep baru membuat roti dari majalah kesayangan Anda? Cermati kebutuhan bahannya, mentega atau margarin. Kedua bahan ini seringkali dianggap sama. Padahal, dari bahan pembuatnya saja, keduanya berasal dari materi yang berbeda.

Mentega atau butter dalam bahasa Inggrisnya, terbuat dari kocokan krim. Mayoritas kandungannya adalah lemak susu (80 persen). Sisanya adalah air dan susu padat. Mentega ada yang tawar dan ada pula yang asin.

Margarin regular sering juga disebut margarin brick atau hard terbuat dari minyak nabati. Penambahan susu padat pada margarin regular membuat rasanya tidak jauh berbeda dengan mentega. Pada margarin juga terdapat air, pewarna, zat aditif--termasuk vitamin A dan D. Seperti mentega, margarin hard juga memiliki lemak 80 persen.

Biasanya, untuk membuat roti digunakan mentega tawar. Selain rasanya, daya tahan kedua jenis mentega ini juga berbeda. Mentega asin cenderung lebih tahan lama karena garam yang ada pada mentega asin dapat bertindak sebagai pengawet.

Jenis lain, Cultured butter, mengandung 80 persen lemak susu. Tersedia dalam pilihan asin, agak asin, dan tawar. Mentega ini telah diberi zat tambahan yang membuat rasanya menjadi unik.

Ada juga Whipped butter, yaitu mentega yang telah mengalami peningkatan volume dengan cara meresapkan udara di dalamnya. Tak heran jika rasanyapun lebih lembut dan mudah dioleskan. Apalagi jika didinginkan, bentuknya tidak mudah berubah.

Sedang light/calorie-reduced butter adalah mentega yang hanya memiliki 60 persen lemak susu karena kandungan air dan susu padatnya lebih banyak. Mentega light mudah teroles rata. Namun, jika Anda mencoba mensubstitusi mentega hard dengan light untuk memanggang, tekstur makanan yang dipanggang akan menjadi lebih lembut.

Pilihan terbaik bagi kesehatan ialah margarin. Lalu bagaimana dengan mentega? Pakailah mentega untuk jenis masakan yang mengandalkan mentega sebagai perasa utama. Misalnya saja butter cookies, pound cakes, atau flaky croissants.

Jika kebetulan Anda kehabisan mentega, Anda bisa memakai margarin hard sebagai penggantinya. Ingat, pemakaian margarin soft pada masakan yang semestinya memakai mentega akan membuat tekstur dan volume masakan Anda menjadi berbeda.

9 komentar:

  1. wah mas, dalam rangka apa nih nulis tentang jenis mentega? :D

    BalasHapus
  2. nggo' dagangan martabak cocok...

    BalasHapus
  3. hadoh.... jadi kepengin aku....

    BalasHapus
  4. sek, maringene ngepost masak'an

    BalasHapus
  5. iki tugas kuliah Tata Boga yo? (lmao)

    BalasHapus
  6. ehmmm brau tau lux..thank dah bagi2 info ^^

    BalasHapus